Tuesday, 5 Jumadil Awwal 1444 / 29 November 2022

Perempuan Saudi Ditugasi Mengajar Siswa Kelas 4 SD di Jeddah

Senin 08 Aug 2022 13:01 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani / Red: Agung Sasongko

perempuan Arab Saudi (ilustrasi)

perempuan Arab Saudi (ilustrasi)

Foto: Saudi Gazette
Keputusan ini hanya berlaku untuk sekolah swasta dan asing di kegubernuran Jeddah.

REPUBLIKA.CO.ID,JEDDAH -- Kementerian Pendidikan Saudi telah mengeluarkan instruksi bagi pengajar perempuan. Disebutkan, mereka harus ditempatkan sebagai guru di kelas empat sekolah dasar, di sektor pendidikan swasta dan asing, di Provinsi Jeddah.

Hal tersebut berlaku efektif mulai tahun ajaran berikutnya, pada 1444 Hijriah. Adapun arahan kementerian tersebut datang dalam surat edaran mendesak, yang dikirim ke Departemen Pendidikan di Jeddah.

Baca Juga

Seorang sumber informasi di kementerian mengatakan, bahwa keputusan ini hanya berlaku untuk sekolah swasta dan asing di kegubernuran Jeddah.

"Petunjuk ini diterapkan di Kegubernuran Jeddah secara eksperimental, dan ini mungkin berlaku untuk semua wilayah Kerajaan nanti,” kata sumber tersebut dikutip di Saudi Gazette, Senin (8/8).

Lebih lanjut, dalam sebuah surat edaran Kementerian menjelaskan bahwa keputusan ini sejalan dengan keberhasilan yang dicapai sebelumnya. Kerajaan disebut telah menerapkan penugasan pengajar perempuan bagi murid dari kelas satu hingga tiga, tingkat dasar sekolah putri swasta dan asing.

“Kementerian berkeinginan untuk terus menciptakan lingkungan yang merangsang kondisi belajar mengajar, serta mendukung investasi di sektor pendidikan umum swasta,” bunyi surat edaran tersebut.

Patut dicatat, Kementerian Pendidikan mengumumkan pada awal tahun ajaran sekolah September 2019 sebelum merebaknya virus Covid-19, bahwa tenaga pengajar perempuan akan mengajar anak laki-laki hingga kelas tiga sekolah dasar negeri, untuk pertama kalinya di Kerajaan.

Tak hanya itu, kementerian juga mengatakan mempekerjakan guru perempuan adalah bagian dari inisiatif yang berada di bawah Proyek Sekolah Anak Usia Dini. Hal ini menggabungkan program khusus untuk memfasilitasi transisi siswa sekolah dasar ke fase sekolah berikutnya dengan lebih baik.

Proyek ini dilaksanakan setelah melakukan beberapa studi ilmiah dan perilaku, untuk menentukan metode pendidikan dini yang paling efisien. Studi menemukan bahwa guru perempuan membawa manfaat bagi pendidikan.

Menurut kementerian, salah satu manfaat utama dari program ini adalah kehadiran guru perempuan di ruang kelas memudahkan komunikasi antara guru dan orang tua.  

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA