Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

Dinkes DIY Mulai Vaksinasi Booster Kedua untuk Nakes

Kamis 04 Aug 2022 16:08 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Nur Aini

Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 penunjang (booster), ilustrasi

Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 penunjang (booster), ilustrasi

Foto: ANTARA/Ari Bowo Sucipto
Vaksinasi booster kedua untuk nakes di DIY dilakukan secara bertahap.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui dinas kesehatan (Dinkes) mulai melaksanakan vaksinasi booster kedua untuk tenaga kesehatan (nakes). Vaksinasi booster kedua untuk nakes ini dilakukan secara bertahap.

Kepala Dinkes Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani mengatakan, nakes yang disasar untuk booster kedua ini mencapai belasan ribu orang. Jumlah itu tidak hanya nakes di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) milik pemerintah, tetapi juga swasta.

Baca Juga

"Untuk pelaksanaannya, hari ini kita sudah mulai melaksanakan vaksinasi booster kedua bagi nakes di Kota Yogya, sesuai dengan yang booster pertama kemarin kita ada data lebih kurang 12.500 SDMK (SDM kesehatan)," kata Emma kepada Republika.co.id, Kamis (4/8).

Emma menyebut, saat ini pihaknya masih terus mengumpulkan data dari masing-masing fasyankes. Pasalnya, belum seluruh fasyankes memberikan data nakes yang akan divaksin booster kedua.

"Sementara untuk di (fasyankes) swasta dinamika keluar masuk nakes juga tinggi, jadi belum semuanya masuk data SDMK," ujar Emma.

Emma menuturkan, dari fasyankes masing-masing mengajukan kebutuhan untuk vaksinasi booster kedua ini. Dari usulan tersebut, maka akan diberikan vaksin sesuai kebutuhan masing-masing fasyankes.

"Di fasyankes masing-masing sudah punya tim vaksinator, mereka mengusulkan kebutuhannya dan nanti kami memberikan logistiknya, komplit kita berikan," ujarnya.

Sembari mengumpulkan data, kata Emma, pelaksanaan booster kedua untuk nakes ini terus dilakukan. Pasalnya, pihaknya juga mempertimbangkan tanggal kedaluwarsa vaksin.

"Sambil berjalan, kita tetap sementara ini vaksin yang ada juga terbatas (waktunya) dalam artian ED-nya (expired date-nya) pendek. Jangan sampai ED, tapi vaksin belum terpakai, ini perlu diperhatikan," ujarnya.

Untuk vaksinasi booster kedua bagi nakes ini, pihaknya menggunakan Moderna. Hal ini dikarenakan pada booster pertama sebelumnya juga menggunakan Moderna.

"Kalau sudah dapat Moderna (sebelumnya), maka harus Moderna (untuk booster kedua). Kemarin (yang booster pertama) memang kita untuk nakes semuanya Moderna, sehingga mau tidak mau sekarang harus Moderna," kata Emma.  

Emma menjelaskan, nakes yang diberikan booster kedua ini merupakan mereka yang sudah enam bulan atau lebih dari enam bulan mendapatkan booster pertama. Jika sudah enam bulan, katanya, maka akan muncul tiket untuk mendapatkan vaksinasi booster kedua di aplikasi PeduliLindungi. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA