Kamis 04 Aug 2022 09:17 WIB

Perpustakaan Kalsel Tiru CFW untuk Ruang Kreativitas Publik

Ini jadi ruang untuk menyalurkan bakat dan kreatifitas ke arah yang positif.

Sejumlah wargaa melakukan peragaan busana di zebra cross di kawasan Dukuh Atas, Jakarta, Kamis (28/7/2022). Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan Nurliani Dardie menjadikan lingkungan kantor untuk PalNam Fashion Week (PFW) setelah terinspirasi Citayam Fashion Week (CFW) di Jakarta.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Sejumlah wargaa melakukan peragaan busana di zebra cross di kawasan Dukuh Atas, Jakarta, Kamis (28/7/2022). Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan Nurliani Dardie menjadikan lingkungan kantor untuk PalNam Fashion Week (PFW) setelah terinspirasi Citayam Fashion Week (CFW) di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN -- Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan Nurliani Dardie menjadikan lingkungan kantor untuk PalNam Fashion Week (PFW) setelah terinspirasi Citayam Fashion Week (CFW) di Jakarta.

Lokasi kantor berada di samping Jalan Ahmad Yani, KM 6 Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin. "Intinya kami berikan ruang untuk menyalurkan bakat dan kreatifitas ke arah yang positif untuk PFW," ujarnya di Banjarmasin, Rabu (3/8/2022).

Baca Juga

Selain untuk masyarakat umum, Nurliani juga mempersilahkan pelaku UMKM yang diketahui memiliki banyak ragam busana khas daerah, untuk mempromosikan lewat PFW misalnya busana motif sasirangan. "UMKM boleh banget," katanya.

Perpustakaan, kata dia, berperan memfasilitasi untuk mengembangkan segala potensi yang dimiliki masyarakat. "Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan suatu pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan," jelas kepala dinas itu.

Nurliani selaku penggagas menjelaskan bahwa ide PFW hingga mengubah halaman kantor layaknya jalan raya ada garis zebra cross menuju pintu masuk perpustakaan, setelah mengamati masalah CFW di Jakarta. Masalah itu, kata dia, utamanya mengganggu kepentingan umum, hingga terjadi kemacetan lalulintas, akhirnya ditutup.

PFW di Kalsel tersebut katanya juga sebagai respon cepat terhadap perkembangan sosial saat ini. Maka, sebelum tren CFW itu menyebar tidak terkendali, pihaknya mengambil peran untuk menyambut perkembangan dan menjadikan sarana untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Sesuai dengan transformasi yang jadi program nasional itu, perpustakaan tidak lagi hanya sebagai tempat baca dan pinjam buku," ujarnya.

Gagasan PalNam Fashion Week itu, kata Nurliani, sekarang sudah mendapatkan respon positif misalnya, dari pihak sekolah ataupun perpustakaan lainnya. "Banyak yang mau tampil, terutama sekolah Paud," ujarnya.

Pertama kali digelar, kata dia, saat menyambut tahun baru Islam, HUT RI dan hari jadi Provinsi Kalsel, ada puluhan peserta anak muda melenggang dan menampilkan busana kebanggaan masing-masing. Dia berharap, gagasan yang saat ini sudah diterapkan bisa direspon dengan baik, disukai oleh semua kalangan dan menjadi ruang sosial baru yang positif untuk masyarakat.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement