Wednesday, 10 Rajab 1444 / 01 February 2023

110.880 Anak di Bandung Ditargetkan Diimunisasi Campak Rubella

Rabu 03 Aug 2022 14:48 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Muhammad Hafil

110.880 Anak di Bandung Ditargetkan Diimunisasi Campak Rubella. Foto:   Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Measles and Rubella (MR) kepada seorang anak di Posyandu Bougenvile, Pemancar, Depok, Jawa Barat, Rabu (3/8/2022). Pemprov Jawa Barat mengajak orang tua yang memiliki balita untuk berpartisipasi dalam Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022 selama bulan Agustus 2022 ini.

110.880 Anak di Bandung Ditargetkan Diimunisasi Campak Rubella. Foto: Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Measles and Rubella (MR) kepada seorang anak di Posyandu Bougenvile, Pemancar, Depok, Jawa Barat, Rabu (3/8/2022). Pemprov Jawa Barat mengajak orang tua yang memiliki balita untuk berpartisipasi dalam Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022 selama bulan Agustus 2022 ini.

Foto: ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Vaksin rubella dimulai untuk anak usia sembilan hingga 59 bulan.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG-- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menargetkan 110.880 anak berusia 9 bulan hingga 59 bulan mendapatkan imunisasi campak rubella pada bulan Agustus. Apabila anak didapati belum mendapatkan salah satu imunisasi dasar maka akan diberikan.

"110.880 (anak ditargetkan) sampai kemarin sekitar 1.000 karena pelaksanaannya gak serentak di seluruh posyandu tergantung posyandu," ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bandung Ira Dewi Anjani, Rabu (3/8/2022).

Baca Juga

Ia menuturkan bagi anak berusia 9 bulan hingga 59 bulan harus mendapatkan vaksin tambahan yaitu campak rubella. Pihaknya menegaskan anak yang mendapatkan imunisasi tersebut dan imunisasi dasar tambahan sesuai rekomendasi pakar.

"Ada anak yang dikasih tiga (imunisasi) dan sampai sekarang gak kenapa-napa," katanya.

Ia memastikan ketersediaan dosis vaksin atau imunisasi untuk anak relatif cukup termasuk logistik lainnya. Selain itu posyandu pun siap melaksanakan kegiatan yang pernah dilakukan pada bulan Mei.

Ira melanjutkan pihaknya juga saat ini tengah melaksanakan kegiatan vaksinasi booster pertama agar bisa mencapai 50 persen pada akhir Agustus. Sedangkan kegiatan booster keempat masih dalam persiapan.

"Pemberian vaksin (keempat) tergantung dari pemberian vaksin booster ketiga, kalau pakai moderna, sekarang pakai moderna lagi kalau booster ketiga sinovac berarti vaksin yang digunakan bisa lebih banyak," katanya.

Ia mengaku pihaknya masih menyusun petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi booster keempat dan diharapkan dapat segera mungkin berjalan. Total kebutuhan vaksin dosis keempat sendiri mencapai 24 hingga 25 ribu.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA