Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

Data Kemendagri, Realisasi Pendapatan Pemprov Jatim Tertinggi Nasional

Rabu 03 Aug 2022 05:45 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Foto: Dokumen.
Khofifah menyebut, belanja Pemprov Jatim sudah Rp 14,5 triliun (48,98 persen).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, capaian realisasi pendapatan pemerintah provinsi setempat yang tertinggi secara nasional. Berdasarkan data laporan realisasi anggaran (LRA) di Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri per 30 Juli 2022, realisasi pendapatan Pemprov Jatim sebesar Rp 16,43 triliun.

Angka itu sebesar 59,46 persen dari target Rp 27,64 triliun. Sedangkan, realisasi belanja Pemprov Jatim berdasarkan LRA per 30 Juli 2022 sebesar Rp 13,751 triliun (46,69 persen) yang tertinggi ketiga se-Indonesia setelah Jawa Barat dan Bengkulu.

Baca: Beri Penghargaan Khofifah, Kemendagri Canangkan Gerakan 10 Juta Bendera Merah Putih

"Bahkan, per pukul 17.45 WIB hari ini, berdasarkan data SieKeuda realisasi belanja Pemprov Jatim sudah mencapai Rp 14,529 triliun atau 48,98 persen," ujar Khofifah di Kota Surabaya, Provinsi Jatim, Selasa (2/8/2022) malam WIB.

Saat ini, APBD Jatim 2022 sebesar Rp 29,454 triliun. Khofifah menjelaskan, posisi kas pemerintah daerah di Jatim, baik Pemprov Jatim maupun pemkab/pemkot per 30 Juli 2022, berdasarkan data Bank Jatim tercatat sebesar Rp 24,661 triliun.

Baca: Wagub Jatim: Pemahaman Literasi Digital di Lingkungan ASN Tingkatkan Produktivitas Kerja

"Dari jumlah tersebut, kas milik Pemprov Jatim sebesar Rp 5,753 triliun, sedangkan sisanya Rp 18,908 triliun merupakan kas milik 38 kabupaten/kota," kata Khofifah. Dia menuturkan, dari kas Rp 5,753 triliun tersebut, sebesar Rp 4 triliun merupakan sisa lebih anggaran tahun 2021 yang memang menurut regulasi baru dapat digunakan setelah penetapan perubahan APBD 2022.

Adapun sisanya Rp 1,5 triliun merupakan cash flow untuk membiayai kegiatan rutin sehari-hari. Sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, kata dia, Pemprov Jatim terus berkoordinasi dan mendorong 38 kabupaten/kota segera melakukan percepatan realisasi belanja.

Tujuannya agar mampu menjadi stimulus perekonomian masyarakat pada saat ekonomi Jatim mulai tumbuh. "Semoga ke depan Jatim terus berkontribusi terbaik bagi kejayaan Indonesia dan kesejahteraan masyarakat. Kami juga menyampaikan terima kasih atas kerja sama, kerja keras, dan kerja ikhlas semua warga Jatim," tutur Khofifah.

Baca: Khofifah, Cawapres Kuda Hitam Penambah Suara Signifikan Anies

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA