Wednesday, 9 Rabiul Awwal 1444 / 05 October 2022

Vladimir Putin: Perang Nuklir tak Boleh Dilancarkan

Selasa 02 Aug 2022 06:58 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Esthi Maharani

Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan komunitas global untuk mencegah pecahnya perang nuklir.

Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan komunitas global untuk mencegah pecahnya perang nuklir.

Foto: AP/Mikhail Klimentyev/Pool Sputnik Kremlin
Putin memperingatkan komunitas global untuk mencegah pecahnya perang nuklir.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan komunitas global untuk mencegah pecahnya perang nuklir. Dia menyebut, tak akan ada pemenang dalam perang tersebut.

“Kami melanjutkan dari fakta bahwa tidak ada pemenang dalam perang nuklir dan perang ini tidak boleh dilancarkan. Kami berdiri untuk keamanan yang sama dan tak terpisahkan untuk semua anggota komunitas dunia,” kata Putin dalam sebuah surat yang dikirimnya kepada para peserta konferensi Non-Proliferation Treaty (NPT) atau Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir, Senin (1/8/2022).

Baca Juga

Setelah ditunda selama dua tahun akibat pandemi, konferensi peninjauan NPT yang digelar lima tahun sekali akhirnya kembali dihelat pada Senin lalu. Kegiatan itu akan berlangsung hingga 26 Agustus mendatang. NPT ditandatangani 191 negara PBB, termasuk lima negara anggota tetap Dewan Keamanan yang juga kekuatan nuklir dunia, yakni Rusia, Amerika Serikat (AS), Prancis, Inggris, dan Cina. Sementara India, Pakistan, dan Korea Utara (Korut) yang turut mengembangkan senjata nuklir tak menjadi pihak dalam traktat tersebut.

Israel pun tak menandatangani NPT. Sudah lama Tel Aviv diyakini memiliki senjata nuklir. Namun mereka tak pernah mengonfirmasi atau membantah kabar tersebut. NPT memiliki tiga tujuan, yakni perlucutan senjata nuklir, non-proliferasi senjata nuklir, dan penggunaan energi nuklir untuk kepentingan damai.

Kekhawatiran pecahnya perang nuklir telah berkembang sejak Rusia menyerang Ukraina pada Februari lalu. Kiev diketahui memperoleh dukungan dan sokongan dari Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Vladimir Putin sempat mengakui bahwa secara postur militer, Rusia kalah dibandingkan NATO.

Namun dia mengingatkan bahwa Rusia adalah salah satu negara kekuatan nuklir dunia. Oleh sebab itu, Putin menilai, tak akan ada pemenang jika NATO berperang dengan Rusia. Pada Maret lalu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan tentang terbukanya kembali potensi perang nuklir. “Prospek konflik nuklir, yang dulu tidak terpikirkan, sekarang kembali ke arah yang memungkinkan,” ucapnya.

Hingga saat ini konflik antara Rusia dan Ukraina masih berlangsung. Belum ada tanda-tanda bahwa kedua negara akan melakukan perundingan gencatan senjata atau perdamaian.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA