Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

BPS: Tingkat Penghunian Kamar Juni 2022 Tertinggi Sejak Awal Tahun

Senin 01 Aug 2022 14:29 WIB

Red: Friska Yolandha

Petugas merapikan kamar di hotel Kyriad Muraya Banda Aceh, Aceh, Kamis (15/7/2021). Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono menyampaikan bahwa Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel pada Juni 2022 mencapai 50,28 poin.

Petugas merapikan kamar di hotel Kyriad Muraya Banda Aceh, Aceh, Kamis (15/7/2021). Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono menyampaikan bahwa Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel pada Juni 2022 mencapai 50,28 poin.

Foto: ANTARA/RAHMAD
Libur sekolah dan kegiatan pemerintah mendorong peningkatan hunian hotel.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono menyampaikan bahwa Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel pada Juni 2022 mencapai 50,28 poin. Angka TPK tersebut menjadi yang tertinggi sejak Januari 2022.

Angka tersebut meningkat 0,43 poin jika dibandingkan dengan Mei 2022 yang angkanya 49,85 poin. "Nilai TPK pada Juni tersebut menjadi yang tertinggi sejak Januari 2022," kata Margo saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Senin (1/8/2022).

Baca Juga

Margo menyampaikan beberapa faktor yang membuat meningkatnya TPK Juni 2022 di antaranya yakni adanya libur sekolah pada Juni. Selain itu, lanjut Margo, beberapa kegiatan pemerintah yang sudah ramai menggunakan hotel berbintang juga menjadi faktor TPK naik pada Juni 2022.

Margo memaparkan, Papua Barat menjadi provinsi dengan kenaikan TPK tertinggi, yakni 15,61 persen poin pada Juni 2022 yang angkanya 54,23 poin dibandingkan Mei 2022 sebesar 38,62 poin. Jika dilihat dari angka TPK hotel tertinggi pada Juni 2022, lanjut dia, dengan klasifikasi bintang yakni terjadi di Yogyakarta yang mencapai 66,44 poin, sedangkan klasifikasi non-bintang berada pada 25,02 poin.

KemudianTPK tertinggi kedua yaitu Provinsi Kalimantan Timur, dimana untuk klasifikasi hotel bintang TPK nya mencapai 64,60 persen dan non-bintang 23,79 persen. "Kenaikan TPK di Kaltim karena adanya kegiatan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN), sehingga hotel di sekitarnya menjadi ada peningkatan hunian," ujar Margo.

Selanjutnya, Lampung dengan TPK klasifikasi bintang mencapai 58,87 persen dan non-bintang 28,63 persen. Menurut Margo, kenaikan TPK di Lampung merupakan efek atau dampak dari penyelenggaraan kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA