Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

 Wapres Minta Umat Islam Bersatu Atasi Tantangan Perubahan Iklim

Senin 01 Aug 2022 05:36 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Agung Sasongko

Wakil Presiden Maruf Amin

Wakil Presiden Maruf Amin

Foto: Dok. BPMI/Setwapres
Bahaya kerusakan lingkungan yang sekarang ini terjadi sudah menjadi bahaya global

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin menilai perlunya menjaga keamanan dan kedamaian (hifzhul amni wassalam) dan menjaga lingkungan (hifzhul-bi’ah) dalam prinsip maqasidus-syariah atau tujuan syariat Islam. Kiai Ma'ruf mengatakan, dalam pandangan para ulama tentang maqasidus-syariah hanya terdapat lima hal yang harus dijaga yaitu menjaga agama (hifzhuddin), menjaga jiwa (hifzhunnafs), menjaga akal (hifzhul-aql), menjaga keturunan (hifzhun-nasl), dan menjaga harta (hifzhul-maal).

"Menurut hemat saya, ini perlu ditambah dua lagi ya supaya lebih lengkap, yaitu menjaga keamanan dan kedamaian (hifzhul amni wassalam) dan menjaga lingkungan (hifzhul-bi’ah)," ujar Ma'ruf saat memberikan sambutan kunci di acara Kongres Umat Islam untuk Indonesia Lestari di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (29/7).

Baca Juga

Menurut dia,  menjaga keamanan dan kedamaian (hifzhul amni wassalam) dan menjaga lingkungan (hifzhul-bi’ah) memang bisa dimasukkan dalam lima prinsip yang sudah ada tersebut. Namun, kata Ma'ruf,  menjaga keamanan dan kedamaian serta menjaga lingkungan adalah dua hal krusial.

Terlebih dikaitkan dengan situasi global saat ini mulai dari terjadinya perang Rusia-Ukraina yang mengusik ketenangan kedamaian serta terjadinya kerusakan lingkungan yang menimbulkan krisis energi, krisis pangan, bahkan juga krisis keuangan.

"Maka dua hal itu yaitu menjaga keamanan kedamaian dan menjaga lingkungan patut juga dimasukkan sebagai bagian dari maqasidus-syariah, tujuan syariah, artinya masalah keamanan dan kedamaian serta kerusakan lingkungan merupakan bagian dari tujuan syariat Islam," ujar Ma'ruf.

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini pun meminta umat Islam untuk bersatu pada untuk mengatasi tantangan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.

Sebab, bahaya kerusakan lingkungan yang sekarang ini terjadi sudah menjadi bahaya global, dan bukan lagi diduga tetapi sudah terjadi. Umat Islam, kata Ma'ruf agar segera memulai gerakan untuk menjaga kerusakan lingkungan.

Karena itu, Ma'ruf pun mendukung langkah Kongres Umat Islam untuk berdiskusi dan menyatukan umat Islam dalam mencari solusi atas tantangan perubahan iklim. Dia menilai, selama ini umat manusia telah abai terhadap lingkungan sekitar.

"Bahwasanya umat Islam sedang memulai, dengan ini saya mendukung risalah tadi dan memang harus ada aksi konkret tidak hanya seminar, diskusi tetapi gimana aksi nyata kita lakukan," ujar Ma'ruf.

Dia mengatakan, Islam mengajarkan kepada umatnya agar memanfaatkan apa yang ada di bumi demi kepentingan dan kemaslahatan manusia sendiri. Selain itu, dalam Alquran, Allah melarang manusia untuk melakukan perusakan di atas bumi.

Oleh karena itu, umat Islam wajib menghindari tindakan-tindakan yang dapat menimbulkan kerusakan di bumi, baik yang menyangkut kerusakan fisik maupun kerusakan non fisik.

"Karena apabila kita tidak mencegahnya, bukan hanya tidak melakukan, bahaya yang ditimbulkannya akan menimpa seluruh umat manusia, tidak hanya lokal, bahkan juga global, seperti terjadinya perubahan iklim yang kita rasakan bersama-sama sekarang ini," kata dia.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA