Ahad 31 Jul 2022 20:57 WIB

Ruang Digital Yang Berlandaskan Pancasila, Apa dan Bagaimana?

Ruang digital ini akan memudahkan interaksi dan komunikasi antar budaya

Dunia maya ini merupakan realitas kebudayaan baru bagi kehidupan masyarakat.
Foto: Universitas BSI
Dunia maya ini merupakan realitas kebudayaan baru bagi kehidupan masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID,

Oleh Umi Faddillah M Kom, Dosen Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika

Ruang digital tak jauh berbeda dengan dunia nyata, hanya saja tempatnya di dunia maya. Dunia maya ini merupakan realitas kebudayaan baru bagi kehidupan masyarakat. Kini, hampir semua kalangan memiliki ruang digital sendiri, baik untuk bekerja ataupun hanya sekedar membangun citra pribadi.

Realitas kebudayaan baru ini, tentu harus memiliki aturan yang sesuai dengan dasar berkehidupan di masyarakat. Adanya dunia digital tak dipungkiri memang memiliki banyak manfaat, namun tak sedikit juga yang menjadikan dunia digital untuk menarik keuntungan pribadi atau merugikan orang lain.

Apa itu Ruang Digital?

Adanya transformasi digital mampu merubah kebiasaan masyarakat tradisional menuju masyarakat modern. Dengan ruang digital ini akan memudahkan interaksi dan komunikasi antar budaya, suku, bahasa bahkan antar negara. Sehingga, jelajah budaya akan semakin mudah terjangkau. 

Dengan teknologi digital yang tak lagi tabu, memungkinkan semua generasi dapat berinteraksi secara maksimal tanpa kendala jarak dan waktu. Ruang nyata yang begitu sempit dan terbatas mampu tergantikan dengan adanya ruang digital yang luas tanpa batas. 

Sinergi dengan transformasi digital, literasi digital menjadi sangat penting di ruang digital. Sebab, adanya ruang digital mampu mengasah kemampuan berbahasa dan berkomunikasi. Untuk itu, perlu sekali adanya kecakapan digital yang mampu mengevaluasi, menguatkan dan mengkomunikasikan teknologi informasi dengan kecakapan kognitif.

Bukan hanya sekedar memiliki ponsel pintar atau komputer berteknologi canggih, tetapi ini tentang bagaimana pengguna selaku pelaku ruang digital, memanfaatkan ruang media secara baik sehingga tidak bertentangan ketika mengisi konten-konten di media sosial mereka, intinya harus tetap berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila.

Dalam ruang digital, setiap orang dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan beragam budaya. Interaksi antar budaya dapat menciptakan standar baru tentang etika dan kesopanan. Tak sedikit juga yang akhirnya membaur kemudian luntur. Dan hilanglah nilai-nilai Pancasila-nya. Pesona budaya Indonesia pun akhirnya bisa saja hilang dan tergerus oleh budaya asing yang semakin banyak ditiru. Interaksi antar budaya ini akhirnya akan menciptakan standar baru dalam beretika.

Perkembangan teknologi digital begitu masif, kian banyak masyarakat berselancar di ruang digital. Bahkan, kini anak-anak sekolah tingkat TK (Taman Kanak-Kanak) pun sudah kenal media sosial. Di sini, peran orang tua, guru dan pemerintah sangat dibutuhkan untuk pendampingan, agar mereka tak terjerumus dan termakan hal-hal negatif di ruang digital. Peran tenaga pendidik penting untuk membimbing generasi muda dalam penggunaan ruang digital berlandaskan Pancasila.

Bagaimana Ruang Digital Berlandaskan Pancasila?

Nilai-nilai Pancasila dan wawasan berkebangsaan perlu untuk ditanamkan pada generasi muda saat ini. Dengan berkembangnya teknologi digital dan penggunaan ruang digital yang semakin bebas tanpa batas, generasi muda tetap harus mampu memanfaatkan kecanggihan teknologi digital ini berdasarkan Pancasila.

Budaya dalam bermedia digital di kalangan generasi muda tetap harus mengusung nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai dalam Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika harus menjadi landasan kecakapan digital dalam kehidupan berbudaya, berbangsa, dan bernegara.

Nilai-nilai Pancasila di ruang digital yakni sila pertama bermakna membina kerukunan hidup, anti penistaan agama, menghormati dan menghargai perbedaan agama, serta toleran. Sila kedua Pancasila yang bermakna mengakui persamaan derajat, sigap membantu, tenggang rasa dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Sila ketiga mengandung makna cinta tanah air, menghargai kebhinekaan, utamakan bangsa, dan persatuan. Sila keempat, utamakan musyawarah untuk mufakat, hargai dan laksanakan hasil musyawarah, serta hargai pendapat orang lain. Kemudian pengamalan sila kelima yakni bekerja keras, hormati hak orang lain, penduli mengurangi penderitaan orang lain, dan bergotong royong.

Makna nilai-nilai Pancasila ini, perlu dijunjung tinggi dan menjadi pilihan yang bijak dalam berselancar di ruang digital guna menimbulkan hal-hal yang positif dan bermanfaat. Maka, diharapkan generasi muda dapat memanfaatkan ruang digital ini dan mencatatkan jejak digital yang baik, bermanfaat dan positif berlandaskan Pancasila.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement