Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

Biden Kembali Dinyatakan Positif Seusai Pulih 3 Hari

Ahad 31 Jul 2022 06:18 WIB

Rep: Kamran Dikarma, Dwina Agustin / Red: Nashih Nashrullah

 Presiden Joe Biden kembali dinyatakan positif Covid-19 meski sudah pulih dan menjalani karantina.

Presiden Joe Biden kembali dinyatakan positif Covid-19 meski sudah pulih dan menjalani karantina.

Foto: AP/Susan Walsh
Dokter kesehatan Biden melakukan pengawasan ketat terhadap positif Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON–  Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden kembali positif terinfeksi Covid-19. Hal itu terjadi hanya tiga hari setelah dia dinyatakan negatif dari infeksi pertama. 

“Teman-teman, hari ini saya dinyatakan positif Covid lagi. Ini terjadi pagi sebagian kecil orang,” kata Biden lewat akun Twitter pribadinya, Sabtu (30/7/2022). 

Baca Juga

Biden mengaku tak memiliki gejala apa pun. Namun dia akan tetap menjalani isolasi guna menghindari penularan ke orang-orang di sekitarnya. Selama fase tersebut, Biden tetap menjalankan tugasnya sebagai presiden. 

Dokter Gedung Putih, Dr Kevin O’Connor, mengonfirmasi bahwa Biden tak memiliki gejala apa pun pada infeksi Covid-19 keduanya. 

“Presiden tidak mengalami gejala yang muncul kembali dan terus merasa cukup baik. Karena itu, tidak ada alasan untuk memulai kembali perawatan saat ini, tapi kami jelas akan melanjutkan pengamatan yang cermat,” tulis O’Connor dalam sebuah memo yang dirilis Gedung Putih pada Sabtu. 

Dia mengungkapkan, Biden pun akan menjalani prosedur isolasi yang ketat. “Seperti yang telah saya nyatakan sebelumnya, Presiden terus secara khusus berhati-hati untuk melindungi Kediaman Eksekutif, Gedung Putih, Dinas Rahasia, dan staf lain yang tugasnya membutuhkan kedekatan (walaupun jarak sosial) dengannya,” kata O'Connor.

O'Connor menjelaskan, kondisi tersebut merupakan kasus "rebound" yang terlihat pada sebagian kecil pasien yang menggunakan obat antivirus Paxlovid. 

Paxlovid adalah obat antivirus dari Pfizer Inc yang digunakan untuk mengobati pasien berisiko tinggi, seperti pasien yang lebih tua. 

Penelitian telah menunjukkan, persentase kecil tapi signifikan dari orang yang menggunakan Paxlovid akan mengalami kekambuhan atau rebound yang terjadi beberapa hari setelah kursus pengobatan lima hari berakhir. 

Baca juga: Bukti-Bukti Meyakinkan Mualaf Gladys Islam adalah Agama yang Paling Benar 

Pada 21 Juli lalu, Biden dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Dia mengalami gejala ringan, yakni berupa batuk kering, pilek, dan kelelahan. Pada 26 Juli lalu, hasil tes menunjukkan bahwa Biden sudah negatif.

Kendati demikian, pengujian tetap dilakukan pada hari-hari berikutnya dan memperlihatkan hasil positif Sabtu lalu. Mengingat usianya yang hampir 80 tahun, Biden termasuk dalam kalangan rentan mengalami gejala lebih parah akibat Covid-19.      

Pejabat Gedung Putih sebelumnya menyarankan kasus rebound Covid-19 tidak mungkin, berdasarkan laporan kasus di seluruh negeri. Namun, Biden terus diuji dan dipantau. 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA