Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Mengeluh dan Kikir, Watak Manusia yang Dibenci Allah SWT

Kamis 28 Jul 2022 14:00 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Agung Sasongko

Kikir (ilustrasi).

Kikir (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com.
Ada dua watak manusia yang dibenci oleh Allah SWT.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu ulama dari Al-Azhar Kairo Mesir, Syekh Dr Essam al-Rubi menyampaikan penjelasan tentang dua watak manusia yang dibenci oleh Allah SWT. Hal ini termaktub dalam Surat Al-Ma'arij ayat 15-21.

Allah SWT berfirman, "Sama sekali tidak! Sungguh, neraka itu api yang bergejolak, yang mengelupaskan kulit kepala. Yang memanggil orang yang membelakangi dan yang berpaling (dari agama), dan orang yang mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya. Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah, dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir." (QS Al Ma'arij ayat 15-21)

Baca Juga

Syekh Al-Rubi menjelaskan, ada makna dan rahasia yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut. Dalam penjelasannya terkait halu'a dalam ayat 19 Surat Al-Ma'arij, dia mengatakan bahwa manusia memiliki sifat yang suka mengeluh saat mengalami sesuatu yang buruk. Sebaliknya, saat memperoleh kebaikan atau sesuatu yang enak, manusia suka menahan hal itu untuk dirinya sendiri.

"Ibnu Abbas RA pernah ditanya tentang keluh-kesah. Lalu dia berkata bahwa hal ini sebagaimana yang Allah SWT firmankan pada ayat tersebut," terang Syekh Al-Rubi, seperti dilansir Masrawy, Kamis (28/7/2022).

Syekh Al-Rubi juga menyampaikan, Al-Syarru, pada ayat 20 Surat Al-Ma'arij, berarti sesuatu yang merugikan atau menyulitkan seseorang. Sedangkan al-Khoir, adalah sesuatu yang disukai manusia seperti uang, kesehatan dan semacamnya.

Kemudian, jazu'a berarti banyak mengeluh atau sering merasa cemas. Lalu manu'a berarti suka menahan nikmat Allah SWT dari orang yang berhak menerimanya. "Allah SWT dalam ayat tersebut memberitahukan tentang perilaku tercela pada diri manusia, kecuali orang-orang yang mendapat perlindungan dari-Nya," jelasnya.

Syekh Al-Rubi menyampaikan, perilaku yang dimaksud ialah jika keburukan menimpanya maka ia mengeluh. Lalu jika menerima kebaikan maka ia menjadi kikir. "Kedua sifat ini tidak dicintai Allah SWT. Dan hamba yang senantiasa beribadah kepada-Nya dikecualikan dari dua sifat tersebut," paparnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA