Wednesday, 10 Rajab 1444 / 01 February 2023

Survei Tunjukan Sebagian Orang Tua di AS tidak akan Vaksinasi Anak Balita

Kamis 28 Jul 2022 07:12 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Nora Azizah

Sebanyak 43 persen orang tua di AS tidak akan vaksinasi anak di bawah lima tahun.

Sebanyak 43 persen orang tua di AS tidak akan vaksinasi anak di bawah lima tahun.

Foto: www.pixnio.com
Sebanyak 43 persen orang tua di AS tidak akan vaksinasi anak di bawah lima tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah survei baru mengungkap masih banyak orang tua di Amerika Serikat yang enggan jika anak-anak mereka yang berusia di bawah lima tahun mendapat vaksinasi Covid-19. Hasil survei tersebut diterbitkan oleh Kaiser Family Foundation (KFF) pada Selasa (26/7/2022).

Berdasarkan laporan, sebanyak 43 persen orang tua mengatakan pasti tidak akan membiarkan anak mereka yang berumur di bawah lima tahun mendapat vaksin Covid-19. Sejumlah 27 persen orang tua akan melihat dulu bagaimana vaksin bekerja untuk anak-anak lain sebelum mendapatkannya untuk buah hati mereka sendiri.

Baca Juga

Sementara, 13 persen orang tua mengatakan mereka akan memvaksinasi anak-anak mereka yang masih kecil hanya jika diperlukan untuk sekolah atau penitipan anak. Tambahan 27 orang tua mengatakan mereka tidak yakin apakah mereka akan memvaksinasi anak-anak mereka.

Data KFF sebelumnya menunjukkan bahwa satu dari lima orang tua dari anak-anak yang lebih muda mengatakan akan segera memvaksinasi mereka. Akan tetapi, pada 20 Juli, hanya 2,8 persen dari sekitar 19 juta anak dalam kelompok usia ini yang telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19.

Bulan lalu, panel Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS (FDA) memberikan suara bulat yang mengizinkan penggunaan vaksin Moderna dan Pfizer/BioNTech untuk anak-anak di bawah usia lima tahun. Anggota Vaccines and Related Biological Products Advisory Committee FDA telah melakukan pemungutan suara dengan hasil 21-0.

Artinya, semua anggota komite memilih "ya" untuk pertanyaan pemungutan suara. Pertanyaan itu berbunyi, "Berdasarkan totalitas bukti ilmiah yang tersedia, apakah manfaat vaksin Moderna Covid-19 bila diberikan sebagai seri dua dosis (25 mikrogram setiap dosis) lebih besar daripada risikonya untuk digunakan pada bayi dan anak-anak usia enam bulan hingga lima tahun?".

Pemilih melakukan hal yang sama sehubungan dengan pertanyaan lain. Pertanyaan tersebut adalah "Berdasarkan totalitas bukti ilmiah yang tersedia, apakah manfaat vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech ketika diberikan sebagai rangkaian tiga dosis (tiga mikrogram setiap dosis) lebih besar daripada risikonya untuk digunakan pada bayi dan anak-anak usia enam bulan sampai empat tahun?".

Beberapa hari kemudian, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) juga menandatangani vaksin Covid-19 untuk kelompok usia tersebut. CDC pertama kali menyetujui vaksin Pfizer-BioNTech untuk penggunaan darurat pada anak-anak usia 12 hingga 15 tahun pada Mei 2021. Vaksin tersebut menerima persetujuan yang sama untuk anak-anak usia 5 hingga 11 tahun enam bulan kemudian pada November 2021, dikutip dari laman People, Kamis (28/7/2022).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA