Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Gubernur DIY Sayangkan Terjadinya Kerusuhan Suporter Bola di Sleman

Selasa 26 Jul 2022 22:54 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan / Red: Israr Itah

Sri Sultan Hamengkubuwono X - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta

Sri Sultan Hamengkubuwono X - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Sri Sultan menekankan agar tidak terjadi kembali kejadian serupa, terutama di DIY.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyayangkan terjadinya kerusuhan suporter bola yang terjadi di beberapa titik di Kabupaten Sleman. Pasalnya, kerusuhan ini terjadi setelah sebelumnya juga sempat terjadi kerusuhan di wilayah Seturan dan Babarsari.

"Kenapa demikian? kekerasan yang selalu terjadi dalam arti kekerasan fisik. Alasanya apa? Saya tidak tahu persis (kericuhan yang terjadi), tapi harapan saya hal-hal seperti itu mestinya tidak perlu harus terjadi," kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (26/7/2022).

Baca Juga

Sultan menekankan agar tidak terjadi kembali kejadian serupa, terutama di DIY. Bahkan, ia juga menegaskan agar masyarakat mampu mengendalikan diri untuk tidak membuat kerusuhan.

"Saya selalu mengingatkan jangan melakukan kekerasan itu yang sifatnya fisik, kita perlu membangun peradaban yang memang santun, bisa menghargai orang lain. Kenapa selalu kekerasan yang terjadi, kita baru mengingatkan kemarin perkelahian yang lain, sekarang (juga) terjadi perkelahian yang lain," ujar Sultan.

Selain itu, Sultan juga berharap agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial (medsos). Dalam membuat suatu komentar dalam medsos, katanya, harus mempertimbangkan pernyataan yang tidak menyebabkan permusuhan.

"Saya kira, kita tidak perlu menuangkan kalimat-kalimat yang tidak pantas di medsos, hanya akan menimbulkan emosi-emosi yang sebetulnya semua itu tidak bermanfaat. Kenapa tidak bisa memilih kalimat yang bisa membangun rasa persaudaraan, tapi harus memangun rasa kebencian," tambahnya.

Sebelumnya terjadi kerusuhan suporter bola di Jalan Affandi, Gejayan dan Jombor, Mlati, Senin (26/7/2022). Suporter yang terlibat diduga rombongan yang berasal dari Solo, Jawa Tengah.

Polda DIY membantah adanya korban meninggal dunia akibat kerusuhan tersebut. Pasalnya, sempat beredar informasi bahwa ada korban meninggal akibat kerusuhan tersebut.

"Saya sudah memberikan penjelasan kepada media bahwa itu tidak ada korban yang meninggal di Rumah Sakit Sardjito karena kerusuhan tadi siang," kata Yuli kepada awak media, Senin (25/7/2022).

Yuli pun meminta suporter bola untuk tidak membuat keributan. Ia juga meminta agar suporter tidak membuat kegaduhan dan menjaga situasi pertandingan bola dapat disaksikan dengan nyaman.

"Mari kita sama-sama menjaga situasi supaya pertandingan bola ini dimanapun pertandingannya bisa dinikmati, bisa disaksikan dengan nyaman, jadi tidak perlu membuat keributan," ujarnya.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA