Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Dai dan Daiyah Komitmen Perkokoh Umat dalam Kebinekaan

Selasa 26 Jul 2022 17:45 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Agung Sasongko

Gedung MUI

Gedung MUI

Foto: MUI
Ada sembilan poin yang dibacakan dalam deklarasi komitmen dai dan daiyah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam rangka memperingati Milad ke-47, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar acara Silaturrahim Dai dan Halaqah Dakwah Nasional di Hotel Sultan Jakarta, Selasa (26/7/2022). Dalam acara ini, para peserta mendeklarasikan diri sebagai Dai-Daiyah Nusantara yang berkomitmen untuk dakwah menyatukan dan memperkokoh umat dalam kebhinekaan.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Marsudi Syuhud mengatakan, dalam merayakan Milad ke-47 ini MUI menggelar beberapa rangkaian acara, antara lain Silaturrahim Dai dan Halaqah Dakwah. Menurut dia, silaturrahim ini untuk menyatukan para dai seluruh Indonesia. 

Baca Juga

"Ini untuk menyatukan para dai yang tersebar di seluruh Indonesia untuk bisa menyatu minimal dalam hal tata nilai kebangsaan agar bisa-bisa menjaga negara bangsa yang sudah kita sepakati bersama," ujar Kiai Marsudi saat ditemui di lokasi acara, Selasa (26/7/2022). 

Setelah melakukan silaturrahim dan berdialog, para dai dan daiyah itu pun melakukan deklarasi untuk senantiasa berpegang teguh terhadap beberapa poin penting yang tercantum dalam teks Deklarasi Dai. Setidaknya ada sembilan poin yang dibacakan dalam deklarasi tersebut, yaitu: 

1. Akan mendakwahkan Islam ala ahlissunnah wal jamaah.

2. Akan selalu berdakwah untuk menjaga persatuan dan kesatuan umat untuk tegaknya izzul Islam wal muslimin.

3. Akan berdakwah untuk merajut ukhuwwah Islamiyah, basyariyah dan wathoniyah.

4. Akan selalu berdakwah dengan mengedepankan sikap toleransi baik dalam internal umat Islam, dengan pemeluk agama lain dan dengan pemerintah.

5. Akan berdakwah untuk membangun kedewasaan umat dalam berpolitik, sehingga politik tidak menjadi sebab perpecahan umat dan perpecahan bangsa.

6. Senantiasa berdakwah menolak segala bentuk ekstrimisme, radikalisme dan terorisme baik verbal maupun fisik yang dapat menjadi sumber perpecahan dan konflik di kalangan sesama anak bangsa.

7. Siap berperan aktif dalam memberikan inspirasi, membina, dan memberikan teladan bagi umat.

8. Siap bersinergi dengan semua lembaga baik negeri maupun swasta demi terciptakan dakwah yang menyejukkan, mengedepankan akhlakul karimah dan uswah hasanah dalamrangka terciptanya keamanan, kenyamanan dan kedamaian serta kesejukan.

9. Berkomitmen berdakwah dengan pedoman dakwah Islam dan siap mendapat arahan dan bimbingan Majelis Ulama Indonesia. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA