Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

Kasus Baru yang Diduga Covid-19 Korut Melandai

Kamis 21 Jul 2022 17:45 WIB

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Esthi Maharani

Dalam foto yang disediakan oleh pemerintah Korea Utara ini, seorang dokter mengunjungi sebuah keluarga selama kegiatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang langkah-langkah pencegahan COVID-19, di Pyongyang, Korea Utara Selasa, 17 Mei 2022.

Dalam foto yang disediakan oleh pemerintah Korea Utara ini, seorang dokter mengunjungi sebuah keluarga selama kegiatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang langkah-langkah pencegahan COVID-19, di Pyongyang, Korea Utara Selasa, 17 Mei 2022.

Foto: AP/KCNA via KNS
Kasus baru dugaan Covid-19 Korea Utara turun di bawah 200 kasus

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL - Kasus baru dugaan Covid-19 Korea Utara (Korut) turun di bawah 200 kasus pada Kamis (21/7/2022). Korean Central News Agency (KCNA), mencatat lebih dari 170 orang menunjukkan gejala demam selama 24 jam hingga pukul 18.00 Rabu (20/7/2022).

KCNA mengutip data dari markas besar pencegahan epidemi darurat negara. Namun laporan tidak memberikan informasi tentang kematian terkait demam yang diduga Covid-19 itu. Hingga 5 Juli, jumlah korban tewas mencapai 74 jiwa dengan tingkat kematian 0,002 persen.

"Jumlah total kasus demam sejak akhir April mencapai lebih dari 4,77 juta pada pukul 18.00, Rabu, 99,99 persen telah pulih dan setidaknya 360 lainnya sedang dirawat," lapor KCNA seperti dikutip laman Yonhap News Agency, Kamis.

Penghitungan demam harian Korut telah mengalami tren penurunan setelah memuncak pada angka lebih dari 392.920 pada 15 Mei. KCNA dalam laporannya juga mengatakan, bahwa markas besar anti-epidemi darurat negara sedang melakukan operasi dan komando secara terintegrasi untuk lebih mengintensifkan pekerjaan anti-epidemi untuk mengatasi penyebaran cepat sub-varian Omicron BA.5 di negara dan wilayah tetangga.

"Ini secara aktif menyesuaikan langkah-langkah untuk penguncian regional dan karantina unit dan pembukaannya berdasarkan derajat anti-epidemi yang ditetapkan sesuai dengan situasi penyebaran epidemi," kata KCNA.

Pihak berwenang memperkuat blokade perbatasan dan wilayah pesisir. Awal bulan ini, Korut mengeklaim wabah virus coronanya berasal dari "benda asing" yang ditemukan di dekat perbatasan antar-Korea.

Hal itu mengacu pada materi yang dibawa balon yang dikirim pada saat itu oleh kelompok pembelot Korut di Korea Selatan, seperti selebaran anti-Pyongyang. Pyongyang mengungkapkan kasus Covid-19 pertamanya pada 12 Mei, setelah mengeklaim bebas virus corona selama lebih dari dua tahun, dan menerapkan penguncian nasional.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA