Saturday, 6 Rajab 1444 / 28 January 2023

BPOM Izinkan Penggunaan Paxlovid untuk Pengobatan Covid-19

Senin 18 Jul 2022 10:51 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Obat antiviral perawatan pasien COVID-19 Paxlovid produksi Pfizer. BPOM memberikan Emergency Use Authorization/EUA untuk paxlovid.

Obat antiviral perawatan pasien COVID-19 Paxlovid produksi Pfizer. BPOM memberikan Emergency Use Authorization/EUA untuk paxlovid.

Foto: Pfizer via AP
Paxlovid mendapat EUA dari BPOM.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengizinkan penggunaan darurat obat paxlovid untuk pengobatan pasien Covid-19 di Indonesia. BPOM pada Ahad (17/7/2022) menerbitkan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) tablet salut selaput paxlovid sebagai obat terapi antivirus inhibitor protease SARS-CoV-2.

"Paxlovid dalam bentuk kombipak yang terdiri atas nirmatrelvir 150 mg dan ritonavir 100 mg dengan indikasi untuk mengobati Covid-19 pada orang dewasa yang tidak memerlukan oksigen tambahan dan yang berisiko tinggi terjadi progresivitas menuju Covid-19 berat," kata Kepala BPOM Penny K Lukito sebagaimana dikutip dalam keterangan tertulis BPOM di Jakarta, Senin (18/7/2022).

Baca Juga

Anjuran penggunaannya, menurut BPOM, nirmatrelvir 300 mg (dua tablet 150 mg) dan ritonavir 100 mg (satu tablet 100 mg) diminum bersama-sama dua kali sehari selama lima hari. Berdasarkan kajian keamanan, Penny mengatakan, pemberian paxlovid secara umum aman dan dapat ditoleransi.

Menurut Penny, efek samping penggunaan obat itu dalam kisaran ringan hingga sedang berupa dysgeusia atau gangguan indra perasa (5,6 persen), diare (3,1 persen), sakit kepala (1,4 persen), dan muntah (1,1 persen). Ia mengatakan bahwa hasil uji klinis fase 2 dan 3 menunjukkan paxlovid dapat menurunkan risiko hospitalisasi atau kematian hingga 89 persen pada pasien Covid-19 dewasa dengan komorbid atau penyakit penyerta yang tidak dirawat di rumah sakit.

"Komorbid yang berkaitan dengan peningkatan risiko ini seperti lansia, obesitas, perokok aktif, riwayat penyakit jantung, diabetes, atau gangguan ginjal," katanya.

Paxlovid menambah isi daftar jenis antivirus yang bisa digunakan dalam penanganan pasien Covid-19 di Indonesia. Obat ini dikembangkan dan diproduksi oleh Pfizer.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA