Rabu 13 Jul 2022 18:31 WIB

Blue Bird akan Tambah Pengadaan 50 Unit Mobil Listrik

Penambahan mobil listrik ini akan difokuskan untuk wilayah DKI Jakarta dan Bali.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya
Pengemudi Taksi Bluebird Indonesia mengisi mobil listrik di garasi Bluebird di Jakarta. ilustrasi
Foto: EPA-EFE/BAGUS INDAHONO
Pengemudi Taksi Bluebird Indonesia mengisi mobil listrik di garasi Bluebird di Jakarta. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Blue Bird Tbk berencana untuk menambah pengadaan mobil listriknya pada tahun ini. Wakil Direktur Utama Blue Bird Adrianto Djokosoetono mengatakan saat ini pemesanan mobil listrik sudah dilakukan.

"Kami sudah pesan 50 unit, harga sekitar Rp 600 juta sampai Rp 650 juta. Kan ada pengiriman logistik juga jadi cukup tinggi kalau dibandingkan yang biasa," kata Adrianto di Kantor Blue Bird, Rabu (13/7/2022).

Baca Juga

Adrianto menjelaskan penambahan unit mobil listrik pada semester II 2022 tersebut akan difokuskan untuk di Jakarta dan Bali. Seluruh 50 unit mobil tersebut modelnya adalah BYD E6 dengan kapasitas baterai 80 kwh atau 80 ribu watt yang memiliki daya tempuh hingga 380 kilometer.

Dia menuturkan bukan tanpa alasan Blue Bird memilih tipe BYD E6. "Kami pastikan Blue Bird memiliki kendaraan yang berkualitas. BYD juga salah satu yang bagus. Mereka punya track record yang baik sejak 2019 sudah delapan tahun fokus kepada mobil yang dioperasikan sebagaintaksi," ungkap Adrianto.

Dengan adanya pengadaan mobil listrik tersebut maka akan menambah armada mobil listrik Blue Bird yang sudah dimiliki saat ini. Blue Bird memilili armada mobil listrik saat ini mencapai 60 unit. Dari total tersenut ada 30 unit untuk taksi dan 30 unitnya kami operasikan untuk rental.

Dia menambahkan, pengadaan mobil listrik Blue Bird di Bali juga merupakan salah satu dukungan terhadap penyelenggaraan KTT G20 di Bali yang dilaksanakan pada November 2022. Hal tersebut dilalukan dengan berkolaborasi bersama PT Angkasa Pura I yakni Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

"Kami ingin menjadi bagian dari kesuapan Indonesia. Kendaraan listrik ini juga akan disorot, dengan adanya di Jakarta dan Bali mudah-mudahan membantu Indonesia lebih siap," ungkap Adrianto.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement