Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Bulog Sumut Tahan Penambahan Pasokan Daging Kerbau Beku

Selasa 12 Jul 2022 22:29 WIB

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi

Pekerja menurunkan daging beku kemasan dari dalam kontainer (ilustrasi). Bulog Sumatra Utara (Sumut) untuk sementara menahan tambahan pasokan daging kerbau beku impor karena ketersediaan daging di konsumen dipastikan cukup banyak usai Idul Adha.

Pekerja menurunkan daging beku kemasan dari dalam kontainer (ilustrasi). Bulog Sumatra Utara (Sumut) untuk sementara menahan tambahan pasokan daging kerbau beku impor karena ketersediaan daging di konsumen dipastikan cukup banyak usai Idul Adha.

Foto: ANTARA/Mohamad Hamzah
Karena ketersediaan daging di konsumen dipastikan cukup banyak usai Idul Adha.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Bulog Sumatra Utara (Sumut) untuk sementara menahan tambahan pasokan daging kerbau beku impor karena ketersediaan daging di konsumen dipastikan cukup banyak usai Idul Adha.

"Stok memang tinggal sedikit atau 6,49 ton. Tapi diyakini mencukupi karena permintaan sedikit usai Idul Adha," ujar Pemimpin Wilayah Sumut Perum Bulog, Arif Mandu di Medan, Selasa (12/7/2022).

Baca Juga

Permintaan yang sedikit karena masyarakat rata'rata memiliki stok daging kurban. "Direncanakan baru pada Agustus Bulog akan menambah pasokan," kata Arif.

Direncanakan, Bulog Sumut akan meminta tambahan pasokan daging kerbau bekusebanyak 28 ton atau dua kontainer. Dengan tambahan 28 ton nantinyadiharapkan stok daging kerbau beku impor itu mampu memenuhi kebutuhan masyarakat usai Idul Adha.

Bulog akan terus memantau ketersediaan daging karena ke depannya karenaada Natal dan tahun baru. "Kalau usai Idul Adha, permintaan melonjak, maka penambahan pasokan akan dilakukan lagi," ujarnya.

Arif Mandu menyebutkan, harga jual daging kerbau beku impor itu masih tetap sebesar Rp 80.000 per kg. Harga jual daging kerbau beku itu lebih murah dari harga daging sapi segar yang berkisar Rp 120.000-Rp 130. 000 per kg sehingga komoditas tersebutsemakin dikenal di tengah masyarakat maupun restoran.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA