Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Mempertebal Keimanan Lewat Tadabbur Alam

Kamis 20 Jun 2019 15:13 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Tadabur Alam. Anak-anak program Pembinaan Masyarakat Rumah Zakat melakukan tadabur alam.

Tadabur Alam. Anak-anak program Pembinaan Masyarakat Rumah Zakat melakukan tadabur alam.

Foto: Rumah Zakat
Makna Tadabbur Alam adalah untuk mempertebal keimanan dan ketakwaan kepada Allah

Dari tahun ke tahun berwisata aktifitas yang menyenangkan bagi masyarakat dalam mengisi waktu liburan.  H+1 Idul Fitri para pengunjung wisata semakin memadati pesisir pantai. Dalam momen Idul fitri mereka dijadikan untuk bersilaturahmi sekaligus berwisata bersama keluarga. 

Saat ini memang berwisata menjadi hal yang jauh dari nilai-nilai Islam. Berwisata sekedar hanya mengisi waktu liburan, berfoya-foya juga di sertai dengan banyak aktifitas yang melanggar syariat Islam. Diantaranya banyak yang mengumbar aurat, bercampur baur, dan lain-lain.

Berbeda hal nya dengan berwisata dalam pandangan Islam. Tentu makna dari tadabur alam ini berbeda yaitu untuk mempertebal keimanan dan ketakwaan. Memahami tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Alloh dengan melihat beragam ciptaannya. Cukup kita memperhatikan tiga unsur yang dapat dijangkau oleh akal yaitu Alam Semesta, Manusia  dan Kehidupan. Bukti bahwa segala sesuatu mengharuskan ada sang pencipta dialah Allah SWT.  Sejatinya ketiga unsur tersebut bersifat terbatas, lemah, serba kurang.

Dengan tadabbur alam bersama keluarga  melihat laut yang luas,bergemuruhnya ombak,  beragam jenis-jenis ikan itu bisa meningkatkan keimanan. Oleh karena itu dalam Al-Qur’an terdapat ajakan untuk mengalihkan perhatian manusia terhadap benda-benda yang ada, agar dapat membuktikan adanya Allah SWT. 

Dengan mengamati benda-benda tersebut, bagaimana satu dengan yang lain saling membutuhkan, akan memberikan suatu pemahaman yang meyakinkan dan pasti, akan adanya Allah Yang Maha Pencipta lagi Maha Pengatur.  Adapun firman-firman Allah SWT:

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda (ayat) bagi orang yang berakal (TQS. Ali Imran (3): 190).

(Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah diciptakan-Nya langit dan bumi serta berlain-lainnannya bahasa dan warna kulitmu (TQS. Ar-Rum (30): 22)

Inilah makna tadabbur alam yang sebenarnya cukup dengan memperhatikan dan memfokuskan benda-benda sekitar. Seraya mengajaknya turut mengamati dan memfokuskan perhatian terhadap benda-benda tersebut dan segala sesuatu yang ada di sekelilingnya.

Wallohualam bishowab.

Pengirim: Ummu Faza, Kota Banjar

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA