Wednesday, 23 Syawwal 1440 / 26 June 2019

Wednesday, 23 Syawwal 1440 / 26 June 2019

Nuzulul Quran menjadikan Alquran sebagai Petunjuk Hidup

Rabu 22 May 2019 14:50 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Jamaah berduyun-duyun mendatangi  Masjid Islamic Center Syekh Abdul Manan Kabupaten  Indramayu, Jumat (1/6) malam. Masjid megah itu difungsikan secara perdana pada malam ini bersamaan dengan peringatan Nuzulul Quran.

Jamaah berduyun-duyun mendatangi Masjid Islamic Center Syekh Abdul Manan Kabupaten Indramayu, Jumat (1/6) malam. Masjid megah itu difungsikan secara perdana pada malam ini bersamaan dengan peringatan Nuzulul Quran.

Foto: Republika/Lilis Sri Handayani
Nuzulul Qur'an menjadikan Alquran sebagai petunjuk hidup kaum muslimin

Nuzuulu dalam Bahasa Arab artinya turun beberapa kali. Nazala, artinya turun sekali atau hanya pada satu saat tertentu. Alquran memang diturunkan bertahap ke muka bumi. Beberapa riwayat menyebutkan 23 tahun. Wahyu pertama Al Alaq ayat 1 sampai 5. Hingga kemudian yang terakhir diterima Rasulullah adalah Al Maidah ayat 3.

Lebih dari 1 abad yang lalu, saat menerima wahyu pertama, Rasulullah menggigil ketakutan. Hingga kemudian beliau bergegas berlari pulang menemui Siti Khadijah, minta diselimuti. Beban berat Rasulullah menerima risalah. Beliau tahu betul bahwa mengemban itu artinya adalah menjalankan perubahan besar di sisi umat. Membangun peradaban baru yang semula gelap menjadi terang bersinar.

Baca Juga

Khadijah dengan penuh kesabarannya kemudian menghubungi putra pamannya, Waraqah bin Naufal. Ia adalah pengikut sekaligus seorang pendeta Nasrani dan penafsir Bible: Kitab Taurat dan Injil. Ia memahaminya dalam bahasa Ibrani yang fasih. Waraqah sangat mengerti soal itu. 

Tanda-tanda kenabian telah dipahami dengan baik dari sejarah para Nabi sebelum Muhammad. Ia mengatakan, “Muhammad, itulah Namus yang pernah turun kepada Nabi Musa as. Kau akan menjadi utusan Tuhan. Kau akan didustakan, disakiti, diusir dan dibunuh. Kalau saja aku masih muda dan kuat, aku pasti akan membelamu, manakala kaummu mengusirmu.”

Sebagai utusan Allah, bukan perkara mudah. Menyampaikan ayat-ayat Allah sebagai kabar gembira bagi orang yang beriman, dan kabar buruk bagi yang ingkar, pasti akan mendapat perlawanan. Apalagi jika datangnya dari penguasa.

Bahkan gunung pun tak mampu mengemban amanah Allah. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Hashr [59] : 21 ` Ibn Katsir

لَوْ أَنزَلْنَا هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُۥ خَٰشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ ٱللَّهِ ۚ وَتِلْكَ ٱلْأَمْثَٰلُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir.

Alquran sebagai petunjuk hidup bagi manusia. Menunjukkan jalan terang, menjadi pembeda antara yang haq dengan yang batil. Sebagai bentuk kasih sayang Allah Subhaanahu wa ta'ala, agar umat mengambil Alquran sebagai jalan ke luar bagi seluruh persoalan hidup. Seharusnya dipakai hingga saat ini. Menjadi petunjuk hidup, agar umat kembali pada jati dirinya, sebagai umat terbaik.

Pengirim: Lulu Nugroho, Muslimah Revowriter Cirebon

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA