Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Mudik Terancam Batal Akibat Mahalnya Tiket Pesawat

Jumat 17 May 2019 05:19 WIB

Red: Elba Damhuri

Harga tiket pesawat masih mahal.

Harga tiket pesawat masih mahal.

Foto: Tim Infografis Republika.co.id
Harga tiket pesawat yang mahal masih dinilai dalam batas wajar oleh Kemenhub.

REPUBLIKA.CO.ID, Tingginya harga tiket pesawat domestik meresahkan masyarakat. Sebab, beberapa saat lagi arus mudik mulai ramai.

Tradisi mudik lekat dengan keseharian warga Indonesia. Beberapa mengakali dengan memantau agen perjalanan secara daring.

Mereka berharap mendapatkan tiket promo. Moda transportasi lain, seperti kereta api atau bus, akhirnya menjadi alternatif. Walaupun begitu, moda tersebut waktu tempuhnya lebih panjang hingga memangkas waktu cuti yang mereka dapat.

Kementerian Perhubungan mengklaim, naiknya harga tiket pesawat yang terjadi saat ini masih dalam batas wajar dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Namun, tetap saja pernyataan ini tidak melegakan.

Pemerintah perlu memperhatikan keberlangsungan industri penerbangan, yaitu memastikan industri ini bertahan. Apalagi, di beberapa negara, banyak industri penerbangan bangkrut.

Di sisi lain, pemerintah juga harusnya memperhatikan kebutuhan masyarakat.

Jika daya beli menurun, roda perekonomian pun akan sulit berputar. Sebab, transportasi adalah kebutuhan utama bagi masyarakat.

Pengirim: Lulu Nugroho, Cirebon

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA