Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Stop Bullying, Mari Kita Selamatkan Generasi!

Senin 15 Apr 2019 21:33 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Ilustrasi Bullying

Ilustrasi Bullying

Foto: MGIT3
Menyelamatkan generasi dari bullying bisa dimulai dari rumah dan pilih teman bergaul

Kasus bullying di kalangan anak-anak kian merebak akhir-akhir ini. Bullying dapat melibatkan berbagai perilaku, seperti memukul, membuat gerakan kasar, panggilan yang buruk, hinaan dan juga gosip tentang sesuatu atau seseorang.

Jika hal tersebut dibiarkan berlarut-larut maka akan timbul masalah psikis lainnya di kemudian hari bagi anak-anak tersebut, baik yang membully atau yang terkena bully. Penting bagi kita mengintegrasikan perspektif kesehatan mental untuk kampanye anti-bullying, karena pencegahan sejak dini dapat mencegah konsekuensi jangka panjang bagi perkembangan mental sang anak di kemudian hari. 

Berikut beberapa hal yang bisa dicoba sebagai bentuk kampanye anti bullying di kalangan masyarakat : 

1. Strong From Home 

Rumah ialah tempat anak mendapatkan pendidikan pertamanya. Kuatkan aqidah anak sedini mungkin. Tanamkan keyakinan bahwa Allah Maha Melihat setiap perbuatan baik dan buruk. Maka untuk dapat menanamkan pemahaman itu penting bagi orang tua melakukan interaksi yang baik dengan anak. Membangun kelekatan dengan baik sedari kecil. 

2. Ajarkan anak untuk memilih teman bergaul yang baik. 

Pergaulan memainkan peranan penting dalam kehidupan seseorang. Pergaulan berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian seorang individu baik positif atau negatif.

Pergaulan yang baik ibarat berteman dengan penjual minyak wangi. Meski ia tidak memberi kita minyak wangi, ia setidaknya memberi bau harum kepada kita.

Sebaliknya, pergaulan yang buruk ibarat berteman dengan penjual arang. Selain memberi coreng hitam di wajah dan baju kita, ia juga membuat kita pergi dengan bau arang yang tidak sedap.

3. Pemerintah menjamin pendidikan yang baik

Peran pemerintah tak kalah penting untuk menekan angka kasus bullying yang di masyarakat.  Sebagai penyedia sarana dan prasarana pendidikan, pemerintah harus memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik di sekolah. Pemerintah dapat berperan sebagai filter bagi setiap informasi yang bisa diterima anak baik dalam bentuk media cetak atau media online

4. Rehabilitasi korban, pelaku dan saksi Bullying 

Bila bullying sudah terlanjur terjadi, baik korban, pelaku dan saksi bullying harus didorong untuk direhabilitasi kejiwaannya,  agar secara psikologis dapat pulih dari perasaan dendam dan tersakiti. Sehingga diharapkan tidak ada lagi aksi bullying di kemudian hari akibat luka hati yang belum terselesaikan. 

Kampanye hanyalah sebatas untaian kata manis belaka apabila tidak dibarengi dengan kerja nyata. Maka untuk mewujudkannya perlu adanya sinergi antar banyak pihak. Sebagai individu penting untuk merasa selalu diawasi oleh Allah SWT.

Memegang kuat prinsip hidup untuk selalu melaksanakan perintah Allah dan menjauhi laranganNya dengan konsep yang nyata dengan mengamalkan metodologi yang dicontohkan oleh Rasulullah. Negara dengan undang-undang dan sistem kepengaturannya yang berusaha memberikan pendidikan terbaik serta mewujudkan keamanan bagi setiap individu masyarakatnya. 

Dengan demikian, Insyaallah kita akan mampu menumbuhkan nuansa yang baik bagi generasi muda kita untuk tumbuh dengan sempurna, hingga mereka bisa memberikan banyak kebaikan yang penuh berkah di tengan-tengah masyarakat. 

Wallahu'alam bish shawab

Pengirim: Widya, Pengajar, Founder Komunitas Muslimah Menjahit & Bandung Storytellingclub 

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA