Jumat, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Jumat, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Pacaran Membawa Kemudharatan

Kamis 21 Mar 2019 12:42 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

IPM Cibodas deklarasi tolak pacaran di sekolah

IPM Cibodas deklarasi tolak pacaran di sekolah

Salah satu alasan Islam melarang zina adalah untuk menjauhi pacaran

Pembunuhan kerap menjadi salah satu topik utama dalam pemberitaan. Tidak sedikit kasus pembunuhan yang terjadi dipicu karena percekcokan antara sepasang kekasih.

Seperti yang dilansir dari berita online Radar Bogor (09/03), pembunuhan terhadap salah seorang siswi di SMK Negeri Solok, Sumatra Barat dilakukan oleh pacarnya sendiri. DW di jerat lehernya oleh tersangka dengan sebuah tali. Perilaku keji ini dilakukan lantaran tersangka merasa kesal karena kerap dituduh memiliki pacar lain selain korban.

Baca Juga

Miris dengan generasi muda saat ini, rusak dari berbagai sisi. Generasi muda yang diharapkan bangsa bisa menjadi pemimpin di masa yang akan datang, justru kini telah tergerus oleh arus liberalisme.

Padahal pemuda adalah aset suatu bangsa. Ditangannya perubahan itu ada. Namun, jika pemuda rusak, maka rusaklah suatu bangsa.

Tidak sedikit kasus pembunuhan berawal dari aktivitas pacaran. Inilah mengapa Islam melarang untuk mendekati zina, salah satunya pacaran. Karena akan menimbulkan banyak kemudharatan. Awalnya mungkin hanya untuk kesenangan, namun siapa sangka akan berakhir tragis hingga hilangnya nyawa manusia.

Maka perlu solusi pasti yang dapat mengatasi kerusakan moral pada remaja. Yaitu membekali akidah dan tsaqofah Islam tentang larangan mendekati zina. Serta perlu adanya sistem sosial yang tegas dalam mengatur pergaulan antara laki-laki dan perempuan. 

Dalam Islam, pergaulan antara laki-laki dan perempuan terpisah. Hanya aktivitas yang dibolehkan saja, laki-laki dan perempuan bisa berinteraksi. Seperti dalam aktivitas jual beli, pendidikan, dan kesehatan. Demikianlah sistem sosial yang seharusnya diterapkan di tengah kehidupan masyarakat. Agar tercipta kehidupan yang teratur. 

Pengirim: Novia Listiani, Metro, Lampung

 

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA