Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Mewujudkan Perisai Umat

Kamis 14 Mar 2019 18:06 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

 Anggota Komite Nasional Solidaritas Rohingya (KNSR) membawa poster saat berunjukrasa di depan Balaikota Malang, Jawa Timur, Jumat (14/12).

Anggota Komite Nasional Solidaritas Rohingya (KNSR) membawa poster saat berunjukrasa di depan Balaikota Malang, Jawa Timur, Jumat (14/12).

Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto
Tanpa pelindung umat Islam tercerai berai dan terstigma dengan label teroris

Bagai anak ayam tanpa induknya. Begitulah gambaran Islam saat ini. Ketiadaan kepemimpinan umat, menjadikannya tercerai berai.

Baca Juga

Ia tidak lagi memiliki perisai yang artinya pelindung umat Islam telah hilang. Beragam kekerasan, kezaliman, pembantaian dialami umat Islam. Derita muslim Uyghur oleh ganasnya rezim komunis China, penjajahan bertahun-tahun Israel atas Palestina.

Kemudian Muslim Khasmir dan yang tak kalah menyesakkan dada adalah pembantaian Muslim Rohingya di Myanmar dan juga persekusi ulama di Indonesia. Ketiadaan perisai ini telah menjadikan Islam terstigma dengan label "teroris dan radikal". Fakta lapangan menunjukkan korban terbesar adalah muslim.

Oleh karena itu penting mewujudkan kembali pelindung dalam tubuh umat. Sebuah kepemimpinan yang menyatukan. Dari Maroko hingga Merauke.  Mengangkat pemimpin yang akan menyelesaikan problem umat, sebagaimana Rasulullah SAW menerapkannya empat belas abad lalu. Wallahu'alam bi Showab.

Pengirim: Agung Andayani, SPt, penulis lepas, Kendal

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA