Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Kubangan Lumpur Korupsi, Sampai Kapan?

Jumat 15 Feb 2019 05:45 WIB

Red: Elba Damhuri

Ilustrasi Korupsi

Ilustrasi Korupsi

Foto: Foto : MgRol110
Korupsi merupakan musuh bangsa dan agama.

Korupsi, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, berarti penyalahgunaan wewenang dan jabatan untuk kepentingan pribadi. Menurut agama, korupsi mengambil sesuatu yang bukan menjadi haknya.

Korupsi bisa dilakukan secara individu ataupun berjamaah. Inilah yang sedang berlangsung di negeri tercinta Indonesia. Korupsi di kalangan pejabat terjadi sebagai sebuah kompensasi. Pertukaran atas dana kampanye. Imbalan atas proyek pemilik modal.

Kekayaan yang dituju saat mereka berkuasa. Mengurus urusan rakyat bukan menjadi prioritas. Tinggallah rakyat gigit jari menonton drama korupsi. Janji manis kampanye hilang tak berbekas.

Gurita korupsi demikian susah diberantas. Pejabat amanah tersingkir dari kursinya. Partai sebagai kendaraan politik setali tiga uang. Selanjutnya, penjara bagai hotel bintang lima. Masihkah rakyat mau kembali tertipu untuk kesekian kalinya.

Buka mata, buka hati, dan buka pikiran. Sistem politik ini telah renta dimakan usia. Saatnya menyambut era baru, era harapan, di mana pejabat negara tak mudah menyelewengkan sumpah jabatannya.

Wallahu 'alam bi shawab.

Pengirim: Dwi Jati Agustin, Kota Semarang

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA