Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

TPS Bertema Horor untuk Sambut Pesta Demokrasi

Rabu 17 Apr 2019 19:08 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

TPS 073 Gunung Balong yang bertema horor ini menarik perhatian warga dan wartawan saat Pemilu 2019

TPS 073 Gunung Balong yang bertema horor ini menarik perhatian warga dan wartawan saat Pemilu 2019

Foto: Dian/Jakarta
TPS 073 Gunung Balong yang bertema horor ini menarik perhatian warga dan wartawan

Hari yang dinantikan oleh seluruh rakyat Indonesia telah tiba. Ya, 17 April 2019 ini bakal jadi hari bersejarah bagi demokrasi Indonesia. Dimana pemilihan Presiden serta legislatif dilakukan secara serentak.

Sejak Rabu (17/4) pagi, masyarakat sudah antusias berbondong-bondong datang ke TPS tempat mereka terdaftar. Ada pemandangan yang berbeda di TPS 073 Gunung Balong, Jakarta Selatan.

Seram, TPS di sini semua petugasnya jadi hantu. Terlihat pocong, valak, zombie, hingga kuntilanak menjaga TPS. Serta Suasana mistik juga terasa di sini karena ada kuburan dan panitia menyetel latar belakang suara misteri. 

photo

TPS 073 Gunung Balong yang bertema horor ini menarik perhatian warga dan wartawan saat Pemilu 2019

Panitia TPS 073 mengambil tema mistis karena ingin tampil unik dan berbeda dari biasanya. Juga untuk meminimalisir warganya yang golput. Dengan keunikan TPS ini diharapkan seluruh warganya datang dan mau menggunakan hak pilihnya.

Seorang warga mengatakan ia kaget dan sempat takut ketika melihat pocong di TPS 073. Namun, keunikan di TPS 073 ini malah menarik perhatian warga dan wartawan media massa untuk meliput TPS ini. Para panita 'hantu' juga dengan senang hati menerima ajakan foto bareng usai pencoblosan. 

photo

TPS 073 Gunung Balong yang bertema horor ini menarik perhatian warga dan wartawan saat Pemilu 2019

Selain itu, terdapat juga photo booth di seberang area pencoblosan. Di sini, warga bisa berfoto dengan latar belakang tema hantu dengan membayar Rp 10.000. Panitia menuturkan kalau uang hasil dari photobooth itu akan disumbangkan ke Yayasan Yatim Piatu Al Hikmatunnisa. Jadi, konsepnya berfoto sambil beramal. 

Makin siang pengunjung semakin ramai berdatangan untuk menggunakan hak pilihnya. Tidak ada keributan antar warga meskipun berbeda pilihan. Semuanya larut dalam persaudaraan dalam rangka merayakan pesta demokrasi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA