Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Fenomena Manusia Silver di Jalanan Kota Bekasi

Selasa 26 Mar 2019 10:59 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Fenomena manusia silver di jalanan ibu kota, salah satunya di Bekasi

Fenomena manusia silver di jalanan ibu kota, salah satunya di Bekasi

Foto: Tiar Bekasi
Manusia silver yang berada di jalan dan meminta uang rata-rata anak dibawah umur

Beberapa waktu terakhir ini, penulis sering sekali menjumpai para manusia silver yang beraksi di jalanan Kota Bekasi. Seperti biasa, mereka mengecat tubuh mereka dengan cat silver dan membawa kardus untuk meminta uang di jalanan. Walaupun sempat hilang beberapa waktu, namun nampaknya fenomena ini mulai muncul kembali.

Penulis bertemu dengan mereka di perempatan Galaxy Kalimalang, Bekasi Barat Kota Bekasi. Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak dibawah umur. Mereka berkeliaran di perempatan jalan tersebut dan meminta uang kepada para pengendara yang lewat. 

Baca Juga

photo

Fenomena manusia silver di jalanan ibu kota, salah satunya di Bekasi

Salah satu dari mereka mengatakan bahwa, mengecat tubuh dengan warna silver adalah hal yang biasa, karena nantinya masih bisa di bilas atau dihilangkan dengan sabun saat mandi. Namun yang menjadi sorotan bagi penulis adalah mengapa di usia mereka yang masih dibawah umur, mereka lebih memilih mencari uang di jalan ketimbang menghabiskan waktu untuk bermain dan belajar. 

photo

Fenomena manusia silver di jalanan ibu kota, salah satunya di Bekasi

Harusnya diusia mereka saat ini, mereka bisa lebih banyak bermain mengembangkan diri mereka. Mungkin saja ada alasan dari mereka yang membuat mereka bisa seperti itu saat ini, seperti alasan ekonomi keluarga. Tapi tetap saja ini sebenarnya bukan dunia mereka. Sebenarnya penulis juga tidak tahu apakah ini merupakan sebuah ekspoitasi anak atau bukan.

Penulis hanya berharap kepada pihak yang berwenang baik masyarakat, dinas atau pemerintahan setempat bisa "menertibkan" mereka. Menertibkan dalam arti membina mereka bukannya menangkap mereka. Agar mereka punya kehidupan yang lebih baik dan lebih layak sama dengan anak-anak pada umumnya.

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA