Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

PKL Bikin Jalan Depan Pasar Bantar Gebang Semrawut

Sabtu 23 Feb 2019 10:02 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Kemacetan di jalan depan Pasar Bantar Gebang. PKL membuka lapak dagangannya hampir memakan separuh jalan, menyebabkan jalan tersebut macet. Belum lagi banyaknya sampah yang berserakan serta genangan air ketika hujan, membuat jalan tersebut kian tidak nyaman dilewati.

Kemacetan di jalan depan Pasar Bantar Gebang. PKL membuka lapak dagangannya hampir memakan separuh jalan, menyebabkan jalan tersebut macet. Belum lagi banyaknya sampah yang berserakan serta genangan air ketika hujan, membuat jalan tersebut kian tidak nyaman dilewati.

Foto: Tiar
PKL mengambil separuh jalan, sehingga laju kendaraan tersendat.

BEKASI -- Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) di area seputar pasar Bantar Gebang mengakibatkan kemacetan di jalan sekitar pasar. Sebab PKL mengambil hampir separuh badan jalan untuk berjualan.

Kendaraan yang lewat tersendat karena barang dagangan PKL sampai ke tengah jalan. Kemacetan terjadi tak kenal waktu di sana. Pagi, siang, sore, bahkan hingga malam dan dini hari.

photo
Kemacetan di jalan depan Pasar Bantar Gebang. PKL membuka lapak dagangannya hampir memakan separuh jalan, menyebabkan jalan tersebut macet. Belum lagi banyaknya sampah yang berserakan serta genangan air ketika hujan, membuat jalan tersebut kian tidak nyaman dilewati.

Masyarakat di sekitar pasar pun sulit melewati jalan di depan pasar karena ulah PKL. Kondisi itu diperparah dengan banyaknya pengunjung memarkirkan motor dan mobilnya sembarangan.

Sampah yang berserakan dari para pedagang melengkapi semrawutnya jalan di depan pasar. Jalan yang macet, kendaraan yang diparkir sembarangan, sampah yang berserakan membuat jalan tersebut kian tak nyaman dilewati.

photo
Kemacetan di jalan depan Pasar Bantar Gebang karena banyaknya PKL yang menggelar dagangannya di tengah jalan. Kendaraan yang diparkir sembarangan membuat kemacetan di jalan tersebut kian parah. (Tiar)

Para pengguna kendaraan khususnya pengendara motor berjalan lebih lambat dan berhati-hati karena banyaknya sampah. Akibatnya antrean kendaraan pun makin menumpuk.

Jika hujan turun, kondisi jalan itu makin parah. Jalan menjadi becek, banyak genangan air dan sisa-sisa sampah para pedagang membuat pemandangan jalan kian menjijikan. Walaupun setiap hari sudah ada petugas sampah yang mengambil sampah-sampah tersebut, tapi sampah masih tetap berserakan.

photo
Kemacetan di jalan depan Pasar Bantar Gebang. PKL membuka lapak dagangannya hampir memakan separuh jalan, menyebabkan jalan tersebut macet. Belum lagi banyaknya sampah yang berserakan serta genangan air ketika hujan, membuat jalan tersebut kian tidak nyaman dilewati.

Kemacetan kian parah jika ada pengendara yang melawan arus. Padahal jalan ini sebenarnya dipergunakan secara satu arah, tetapi masih banyak warga yang mengendarai kendaraan dengan melawan arah. Kemacetan sering terjadi di depan lapak-lapak PKL tersebut karena kendaraan saling tunggu giliran untuk lewat.

Ke depannya semoga pihak Pemerintah Daerah bisa mengatasi permasalahan ini, terutama penertiban para PKL di area luar pasar dan penggunaan jalan secara satu arah. Sehingga tidak terjadi kemacetan yang terus berlarut-larut.

-- Tulisan kiriman Tiar, Bekasi

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA