Kemendikbudristek: Kebudayaan Jadi Pandu Menuju Normal Baru

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Ratna Puspita

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid
Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid | Foto: Republika TV/Muhamad Rifani Wibisono

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Dirjen Kemendikbudristek), Hilmar Farid, menyebutkan, kebudayaan bisa menjadi pandu menuju normal baru ke depan. Misi tersebut dibawa dalam menyelenggarakan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2021.

"Kebudayaan bisa jadi pandu menuju normal baru. Kebudayaan Nusantara telah dihasilkan lewat praktik sosial selama ribuan tahun dan terbukti membuat kita bertahan hingga hari ini. Ke sana kita perlu menengok untuk mencari jalan keluar dari dilema hari ini,” ujar Hilmar dalam siaran pers, Selasa (26/10).

Dia menyebutkan, PKN 2021 hadir untuk mengawali perubahan gaya hidup, yakni putar haluan dari segala cara hidup lama yang tidak berkelanjutan. Dengan kegiatan tersebut, upaya menemukan arus kebudayaan dari bawah yang akan melontarkan bangsa ini ke masa depan, maju ke cara hidup baru yang berkelanjutan dapat dilakukan.

Menurut Hilmar, penyelenggaraan PKN 2021 diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk cermat mengolah peluang dari kearifan-kearifan lokal yang dapat mencemerlangkan Indonesia. Selain itu, lewat berbagai program PKN, masyarakat diharapkan dapat menemukan kembali kekayaan sandang, pangan, dan papan untuk menjawab tantangan kehidupan di masa mendatang.

Baca Juga

Seperti tahun sebelumnya, tahun ini PKN akan kembali diselenggarakan secara daring karena situasi yang belum pulih sepenuhnya dari pandemi Covid-19. Penyelenggaraan PKN sebagai pagelaran berbasis budaya di tengah situasi pandemi diharapkan dapat memastikan nyala api dan semangat kebudayaan tetap terjaga di tengah masyarakat Indonesia.

PKN 2021 mengusung tema “Cerlang Nusantara, Pandu Masa Depan". Tema tersebut diangkat untuk mengajak masyarakat kembali mengenali jati diri dan khazanah budaya bangsa sebagai suatu aset. Dengan demikian masyarakat mengadaptasinya dengan cara hidup yang kekinian untuk menjawab tantangan dari perkembangan dan perubahan zaman ke depannya.

Pola konsumsi yang dirasa berlebihan ikut membentuk pola produksi yang tidak berkelanjutan. Karena  itu, penyelenggaraan PKN 2021 akan menitikberatkan kepada kearifan-kearifan lokal sebagai akar dari ketahanan budaya. 

Untuk menuju ke sana, tahun ini program-program PKN 2021 disusun dengan berdasarkan pada sandang, pangan, dan papan sebagai hal fundamental dalam kehidupan masyarakat. Sektor-sektor tersebut akan menjadi landasan dari penyelenggaraan program-program utama PKN, yakni kompetisi, konferensi dan lokakarya, pameran, pergelaran, dan juga Pekan Kebudayaan Daerah sebagai wadah interaksi budaya dari desa hingga ke pusat yang akan menjaring cerlang Nusantara dari masing-masing daerah.

Penyelenggaraan PKN 2021 yang akan berlangsung dari tanggal 19 sampai dengan 26 November 2021, dapat diakses oleh seluruh masyarakat melalui berbagai platform yang telah disediakan, yakni kanal budaya Indonesiana TV di Indihome saluran 200 (SD) dan 916 (HD), laman PKN.id, dan juga kanal Youtube Budaya Saya. Selain itu untuk kegiatan pembukaan dan penutupan dapat diakses langsung melalui TVRI. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Kekayaan Sandang, Pangan & Papan Indonesia di PKN 2021

Kemendikbudristek Jamin tak Ada Diskriminasi KIP Kuliah

Terlalu Lama PJJ, Tiga Hal ini Dikhawatirkan Kendikbudristek

Pemerintah Diminta Jaga Warisan Budaya dan Adat

Kemendikbud Ingatkan Satuan Pendidikan Penerapan Prokes

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark