Ibadah Puasa Meningkatkan Iman dan Imun

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq

Umat Muslim beristirahat saat hari pertama puasa Ramadhan 1442 Hijriah di Masjid Raya Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (13/4). Umat Muslim memanfaatkan waktu menunggu berbuka puasa dengan melakukan ibadah di masjid seperti melakukan tadarus atau membaca kitab suci Al-Quran. Republika/Putra M. Akbar
Umat Muslim beristirahat saat hari pertama puasa Ramadhan 1442 Hijriah di Masjid Raya Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (13/4). Umat Muslim memanfaatkan waktu menunggu berbuka puasa dengan melakukan ibadah di masjid seperti melakukan tadarus atau membaca kitab suci Al-Quran. Republika/Putra M. Akbar | Foto: Republika/Putra M. Akbar

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, dr Veby Novry Yendri mengatakan, ibadah puasa yang dilakukan sesuai syariat agama Islam tidak cuma akan tingkatkan iman. Tapi, juga akan meningkatkan imun tubuh.

Ia menilai, pandemi Covid-19 yang belum berakhir membuat aktivitas menjaga imun merupakan yang sangat penting dilakukan. Rasulullah SAW sendiri telah mengajarkan untuk mengakhirkan sahur yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh.

"Salah satu manfaat mengakhirkan sahur yang paling penting yakni membuat tetap terjaga usai sahur. Setelah sahur tidak disarankan kembali tidur karena kebiasaan tidur setelah sahur akan menimbulkan gangguan pencernaan," kata Veby.

Hal itu disampaikan dalam kajian yang digelar Ikatan Keluarga Alumni (IKA) FK UII. Dari Abu Dzar, Rasulullah SAW bersabda tidak hilang sifat kebaikan diri manusia selama ia mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka puasa (HR Ahmad).

"Aktivitas sahur dianjurkan dari tengah malam sampai terbit fajar shadiq atau waktu Subuh. Sementara, waktu sahur paling utama ketika mendekati terbitnya fajar shodiq," ujar Veby.

Veby menekankan, takwa merupakan sebaik-baik bekal karena lewat takwa Allah SWT akan memberikan kemudahan di dunia dan mendapat balasan di akhirat. Sedangkan, ibadah yang baik disertai ilmu karena tanpa ilmu ibadah kita akan keliru.

Ia menegaskan, syarat diterima taubatan nasuha dengan menyesal serta tidak mengulangi maksiat. Kemudian, tutupi dosa pada masa lampau dengan amal saleh, lalu Allah SWT akan membalas kebaikan dengan kebaikan yang lebih baik lagi.

Veby mengingatkan, bulan suci Ramadhan merupakan bulan diturunkannya Alquran sebagai petunjuk dan pembeda bagi umat manusia. Karenanya, perlu bagi kita menjadikan bulan suci Ramadhan ini untuk tadabbur dan membaca Alquran.

"Luangkan waktu tiap setelah shalat wajib minimal dua lembar, insya Allah akan khatam 30 juz selama bulan Ramadhan," kata Veby.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Terkait


Penjelasan Hadits Soal Bau Mulut Orang yang Berpuasa

Ahli Gizi Ingatkan Pola Minum dan Makan Sehat Saat Ramadhan

Puasa tapi tak Sholat Seperti Mencuri Air untuk Berwudhu

Puasa Tumbuhkan Jiwa Kasih Sayang Terhadap Sesama

Muslimah Berpuasa tapi Pertontonkan Aurat, Apa Hukumnya?

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark