Selasa 27 Jul 2021 16:01 WIB

Gubernur DIY Gencarkan Vaksinasi dan Optimalkan Selter

Warga yang memilih isolasi mandiri di rumah bakal dipindahkan ke selter.

Pelajar menunggu penyuntikan vaksin Covid-19 Sinovac di Sekolah Nasional Tiga Bahasa Budi Utama, Sleman, Yogyakarta, Rabu (14/7). Yogyakarta mulai melakukan vaksinasi massal Covid-19 di sekolah untuk pelajar. Sebanyak 49.999 anak menjadi target vaksinasi Covid-19 di Yogyakarta.
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Pelajar menunggu penyuntikan vaksin Covid-19 Sinovac di Sekolah Nasional Tiga Bahasa Budi Utama, Sleman, Yogyakarta, Rabu (14/7). Yogyakarta mulai melakukan vaksinasi massal Covid-19 di sekolah untuk pelajar. Sebanyak 49.999 anak menjadi target vaksinasi Covid-19 di Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA -- Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan tengah berfokus menggencarkan vaksinasi serta mengoptimalkan pemanfaatan selter isolasi untuk mengendalikan penularan COVID-19 di wilayahnya.

"Isoman (isolasi mandiri) kami minta pindahkan ke tempat isolasi (selter) yang kami sediakan dengan fasilitas yang ada," kata Sultan HB X di sela meninjau vaksinasi di Kagungan Dalem Bangsal Sasono Hinggil Alun-Alun Selatan Keraton Yogyakarta, Selasa (27/7).

Vaksinasi yang digelar Gerakan Kemanusiaan Republik Indonesia (GKR Indonesia) bersama Korem 072/Pamungkas itu berlangsung pada 27, 29, 30, 31 Juli dan 1 Agustus 2021. Sultan menuturkan vaksinasi merupakan salah satu upaya paling strategis untuk mengurangi penambahan kasus konfirmasi positif COVID-19.

"Dari hasil studi dari DKI itu yang tidak vaksinasi pertama, vaksinasi kedua, dan positif akan sangat berbeda," ujar Raja Keraton Yogyakarta ini.

Selain menggencarkan program vaksinasi, menurut Sultan, upaya prioritas berikutnya adalah mendorong warganya yang terpapar COVID-19 untuk menjalani isolasi di selter yang telah difasilitasi pemerintah daerah.

Warga yang memilih isolasi mandiri di rumah bakal dipindahkan ke selter secara terpusat dengan harapan kondisi kesehatan mereka lebih terkontrol. Menurut Sultan, tidak sedikit warga yang saat dirujuk ke rumah sakit sudah dalam kondisi kurang menguntungkan karena saat isolasi di rumah mereka tidak bisa memperkirakan kondisi kesehatan secara sendiri.

"Isolasi mandiri itu tidak ada yang mengontrol," ujar dia.

Pelaksanaan vaksinasi yang digelar GKR Indonesia selama lima hari tersebut diharapkan mampu menjangkau 5.000 orang peserta. Setelah dari Sasono Hinggil Keraton Yogyakarta, vaksinasi GKR Indonesia berikutnya rencana bakal digelar secara bertahap di Kapanewon dan Kalurahan se-DIY mulai Agustus 2021.

Sementara itu, Permaisuri Sultan HB X, GKR Hemas meyakini dengan terus bertambahnya persentase warga yang divaksinasi akan segera menciptakan kekebalan komunal (herd immunity) sehingga penyebarluasan COVID-19 dapat dicegah dan tertanggulangi secara alamiah.

Karena itu, ia mengajak seluruh komponen bangsa yang memiliki potensi menggelar vaksinasi dapat ikut membantu upaya pemerintah melindungi segenap warga masyarakat.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement