Kamis 05 Aug 2021 20:34 WIB

BOR di Solo Turun, RS Diminta tak Alihkan Tempat Tidur Covid

Rumah sakit diminta tidak mengalihkan tempat tidur pasien Covid-19

Rep: Binti sholikah/ Red: Esthi Maharani
Petugas medis memeriksa tekanan darah dan suhu tubuh warga lanjut usia (lansia) penerima vaksin COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bung Karno, Solo, Jawa Tengah, Senin (1/3/2021). Menurut data Dinas Kesehatan Kota Solo, kuota vaksin COVID-19 Sinovac tahap kedua untuk lansia atau warga berusia di atas 60 tahun telah penuh dengan jumlah pendaftar melalui aplikasi daring mancapai 6.800 orang.
Foto: MOHAMMAD AYUDHA/ANTARA
Petugas medis memeriksa tekanan darah dan suhu tubuh warga lanjut usia (lansia) penerima vaksin COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bung Karno, Solo, Jawa Tengah, Senin (1/3/2021). Menurut data Dinas Kesehatan Kota Solo, kuota vaksin COVID-19 Sinovac tahap kedua untuk lansia atau warga berusia di atas 60 tahun telah penuh dengan jumlah pendaftar melalui aplikasi daring mancapai 6.800 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO - Tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy ratio/BOR) pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan di Solo mengalami penurunan. Meski demikian, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo meminta rumah sakit tidak mengalihkan tempat tidur pasien Covid-19 untuk perawatan pasien nonCovid-19.

Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan, BOR rumah sakit di Solo per Rabu (4/8) sebesar 71 persen untuk tempat tidur isolasi, dan 80-an persen untuk ICU Covid-19. Kapasitas tempat tidur pasien Covid-19 sekitar 1.200 di 16 rumah sakit rujukan. Siti menyebut, sewaktu terjadi lonjakan pasien Covid-19, BOR rumah sakit pernah mencapai 99 persen, bahkan 100 persen.

"Mudah-mudahan turun terus. Tp kerja sama seluruh pihak untuk menjaga protokol kesehatan," kata Siti kepada wartawan, Kamis (5/8).

Menurutnya, dari ratusan pasien Covid-19 yang dirawat di Solo, hanya 26 persen yang ber-KTP Solo. Sisanya berasal dari kabupaten sekitar.

"Artinya BOR itu kan dipengaruhi oleh pasien luar kota juga. Rumah sakit di Solo itu kan pasiennya tidak hanya dari Solo. Tapi pasien Solo sendiri juga turun," imbuhnya.

Dampak penurunan BOR tersebut, sejumlah tenda yang didirikan di depan rumah sakit rujukan Covid-19 mulai dibongkar. Siti menyatakan, tenda itu menggambarkan IGD. Tenda didirikan agar pasien yang antre di IGD tidak telantar dan bisa lebih nyaman.

"Setelah antrean IGD-nya turun bisa masuk semua ya tendanya dilepas. Tapi rumah sakit saya suruh tetap mempertahankan 1.200 sekian tempat tidur Covid-19 yang di Solo. Tapi mestinya daerah sekitar meningkatkan juga," terangnya.

Di samping itu, sampai saat ini belum ada rumah sakit yang mengajukan pengalihan tempat tidur isolasi maupun ICU Covid-19 menjadi tempat tidur perawatan nonCovid-19.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo, jumlah kasus penyebaran Covid-19 per Kamis (5/8) secara kumulatif mencapai 24.231 dengan kasus aktif sebanyak 1.741 orang. Kasus aktif tersebut rinciannya, 1.510 orang isolasi mandiri/terpusat dan 231 pasien menjalani perawatan. Sedangkan 21.536 orang telah dinyatakan sembuh/pulang, serta 954 orang meninggal dunia. Pada Kamis, terdapat penambahan kasus baru sebanyak 152 orang terkonfirmasi positif Covid-19.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement