Objek Wisata di Garut Kembali Dibuka

Rep: Bayu Adji P/ Red: Agus raharjo

Pengunjung menyusuri aliran sungai menggunakan ban di Desa Wisata Sindangkasih, Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Ahad (14/3/2021). Destinasi wisata pedesaan yang dikelola oleh masyarakat tersebut menawarkan petualangan menyusuri sungai, spot foto, wahana bermain anak dan rumah kayu bagi pengunjung guna meningkatkan ekonomi warga setempat.
Pengunjung menyusuri aliran sungai menggunakan ban di Desa Wisata Sindangkasih, Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Ahad (14/3/2021). Destinasi wisata pedesaan yang dikelola oleh masyarakat tersebut menawarkan petualangan menyusuri sungai, spot foto, wahana bermain anak dan rumah kayu bagi pengunjung guna meningkatkan ekonomi warga setempat. | Foto: ANTARA/Candra Yanuarsyah

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut kembali mengizinkan objek wisata untuk dibuka per Selasa (30/11). Sebab, daerah itu telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 untuk periode 30 November hingga 13 Desember 2021.

 

Baca Juga

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Budi Gan Gan mengatakan, seusai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) terbaru, setiap objek wisata di daerah yang menerapkan PPKM Level 2 sudah bisa beroperasi. Namun, jumlah pengunjung di objek wisata masih dibatasi, yaitu maksimal 25 persen dari kapasitas yang tersedia.

 

"Sekarang setiap destinasi sudah boleh lagi beroperasi untuk wisatawan," kata dia saat dihubungi RepJabar, Selasa (30/11).

 

Budi menambahkan, pihaknya juga akan menerapkan skrining kepada wisatasan yang datang melalui aplikasi PeduliLindungi. Rencannya, pada pekan depan akan dilakukan pelatihan kepada operator objek wisata terkait penerapan PeduliLindungi.

 

"Jadi mereka akan ditraining. Kan pasti ada masyarakat yang gaptek atau belum mengerti. Nanti kita siapkan orang yang akan memandu wisatawan itu. Untuk memudahkan," ujar dia.

 

Sementara kepada wisatawan yang tak memiliki telepon pintar atau smartphone, pengecekan akan dilakukan secara manual. Sebab, dalam Inmendagri telah diatur bahwa masyarakat yang ingin masuk objek wisata harus sudah menjalani vaksinasi minimal dosis pertama.

 

"Kita akan umumkan kalau berwisata ke Garut harus membawa bukti vaksin," kata dia.

 

Berdasarkan salinan Inmendagri, Kabupaten Garut masuk ke Level 2 bersama dengan 21 kabupaten/kota lain di Provinsi Jawa Barat (Jabar). Pada penerapan PPKM Level 2, kegiatan pada sektor nonesensial diberlakukan maksimal 50 persen di kantor atau work from office (WFO) bagi pegawai yang sudah divaksin dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada pintu akses masuk dan keluar tempat kerja.

 

Sementara untuk swalayan ataupun toko kelontong yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional dibatasi sampai jam 21.00 WIB, dengan kapasitas pengunjung 75 persen. Sementara itu, untuk kebijakan lainnya ada dan tercantum dalam Inmendagri Nomer 63 Tahun 2021.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Terkait


Polda Metro Bubarkan Kerumunan Pesta Halloween di Jaksel

Empat Tempat Hiburan Malam dan Restoran di Bandung Disegel

Banyumas Berencana Berlakukan Ganjil Genap di Jalur Wisata

PTM SD di Boyolali Diperluas Menjadi 300 Sekolah

Pemkot Bandung Belum Putuskan Taman Dibuka

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image