Kecepatan Vaksinasi di Kota Tasikmalaya Menurun

Rep: Bayu Adji P/ Red: Muhammad Fakhruddin

Kecepatan Vaksinasi di Kota Tasikmalaya Menurun (ilustrasi).
Kecepatan Vaksinasi di Kota Tasikmalaya Menurun (ilustrasi). | Foto: ANTARA/Jojon

REPUBLIKA.CO.ID,TASIKMALAYA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya terus berupaya melalukan percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Sebab, saat ini kecepatan vaksinasi harian mulai mengalami penurunan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra mengatakan, pemerintah pusat telah memerintahkan agar daerah terus melakukan percepatan vaksinasi, khususnya kepada lansia. Mengingat, berdasarkan data yang ada, kasus meninggalnya lansia akibat Covid-19 masih tinggi. "Dan kebanyakan itu belum divaksin," kata dia saat dihubungi Republika, Jumat (26/11).

Ia menambahkan, kasus Covid-19 juga kembali mengalami peningkatan di Eropa akibat varian baru Dari hasil analisisnya, 90 persen orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 adalah mereka yang belum divaksin. 

Karena itu, Asep menilai, percepatan vaksinasi Covid-19 tetap harus dilakukan. Meski saat ini, minat masyarakat di Kota Tasikmalaya untuk melakukan vaksinasi mulai berkurang. 

"Kita akan tetap melakukan vaksinasi dengan menjemput, menggendong, membawa, mengedukasi, khususnya lansia ke tempat vaksinasi," ujar dia.

Ia menyebutkan, saat ini kecepatan vaksinasi di Kota Tasikmalaya mencapai 3.000 orang per hari. Angka itu mengalami penurunan, lantaran kecepatan vaksinasi di daerah itu sempat mencapai 6.000 orang per hari.

Menurut Asep, menurunnya kecepatan vaksinasi disebabkan sisa orang belum divaksin mayoritas adalah mereka yang tak banyak beraktivitas di luar rumah. Alhasil, orang-orang itu disebut belum sadar untuk menjalani vaksin. 

"Mereka berpikir tak perlu vaksin karena mereka aktivitasnya hanya ke kebun. Padahal di rumah itu kan pasti ada anak mereka yang beraktivitas ke luar. Artinya ada kemungkinan terpapar," kata dia.

Kendati demikian, dengan kecepatan vaksinasi sekitar 3.000 orang per hari, Asep meyakini, cakupan vaksinasi dosis pertama secara umum mecapai 70 persen dan 60 persen untuk lansia, dapat selesai pada akhir Desember. Namun untuk mencapai cakupan 100 persen dari sasaran masih diperlukan waktu beberapa bulan lagi setelah Desember 2021.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya per 26 November, cakupan vaksinasi dosis pertama secara umum telah mencapai 63,35 persen atau 336.162 orang dari total sasaran 560.243 orang. Sementara untuk lansia telah mencapai 51,81 persen atau 30.329 orang dari total sasaran 58.522 orang.

Terkait


Siswa di Garut akan Dites Antigen Acak pada Desember

Update Terkini Pandemi Dunia, Varian Afsel Jadi Sorotan

Persiapan Sleman Hadapi Masa Landai Pandemi

Survei Seroprevalensi: 16 Juta Orang Positif Covid-19

Saham Asia Jatuh Dipicu Varian Baru Covid-19

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image