Darul Hikam Gelar Vaksinasi Massal Sambil Beri Konseling

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Muhammad Fakhruddin

Darul Hikam Gelar Vaksinasi Massal Sambil Beri Konseling (ilustrasi).
Darul Hikam Gelar Vaksinasi Massal Sambil Beri Konseling (ilustrasi). | Foto: Antara/Mohamad Hamzah

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG -- Setelah sukses menggelar vaksinasi tahap pertama, Direktorat Dakwah dan Pemberdayaan Umat (DPU) Darul Hikam kembali melaksanakan vaksinasi tahap kedua yang kembali disambut antusiasme ribuan peserta. 

Menariknya, dalam pelaksanaan vaksinasi kedua ini, Darul Hikam memberikan bimbingan konseling kesehatan dan ketakwaan kepada para peserta vaksin. 

Wakil Ketua Yayasan Darul Hikam, Neni Sri Imaniyati animo masyarakat untuk mengikuti vaksinasi cukup tinggi. Hal itu, terlihat dari puluhan peserta yang sudah siap melakukan registrasi sejak pukul 6.30 WIB. Padahal, pembukaan registrasi baru dibuka pukul 8.00 WIB. 

Menurutnya, untuk mengakomodasi pendaftar yang antusias tersebut, panitia gabungan yang didukung tim Yayasan Darul Hikam, DPU Darul Hikam, Perguruan Darul Hikam, Fakultas Kedokteran Unisba, DKM Darul Hikam, IPII Mujahidah, dan relawan Salman ITB telah siap mengantisipasi dengan mekanisme yang teratur. 

"Panitia pun terus mengingatkan peserta agar tetap menjaga protokol kesehatan demi keselamatan bersama," ujar Neni, di lokasi vaksinasi SMP Darul Hikam, Jalan Ir. H. Juanda No. 285, Kota Bandung, Kamis (23/9).

Neni mengatakan, animo masyarakat pada vaksinasi tahap kedua ini sama besarnya dengan vaksinasi tahap pertama. Dari kuota yang disediakan sekitar 1.077 vaksin, masih ada daftar antrean calon peserta sekitar 50 orang. 

"Masih tingginya antusiasme masyarakat untuk melanjutkan vaksinasi tahap kedua di Darul Hikam ini tak terlepas dari edukasi secara reguler. Maka, masyarakat semakin sadar akan pentingnya vaksinasi dalam membangun herd immunity," kata Neni yang juga Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Islam Bandung.

Tak hanya fokus melayani vaksinasi, Direktur DPU Darul Hikam ini mengatakan, DPU Darul Hikam juga melayani bimbingan konseling kesehatan dan pesan dakwah Islam. Peserta bisa berkonsultasi dengan dokter terkait kondisi kesehatannya dan preservasi pasca vaksinasi kedua ini.

Dengan konseling ini, kata dia, peserta bisa lebih tenang terkait keamanan vaksin. Juga mengingatkan bahwa vaksinasi untuk memberikan perlindungan dengan meminimalkan risiko penularan, bukan menjamin kekebalan tubuh terhadap virus Corona. 

"Maka, meski sudah divaksin dua kali, masyarakat harus tetap waspada dan menjaga protokol kesehatan," katanya. 

Di samping konseling kesehatan, Neni menyisipkan pesan dakwah bahwa pentingnya vaksinasi sebagai ikhtiar duniawi demi keselamatan umat. Juga, ia menekankan keyakinan bahwa Covid-19 tidak akan menginfeksi seseorang, kecuali atas izin Allah. Namun, mengantisipasi virus dengan vaksinasi jauh lebih baik daripada mengobatinya.

"Maka, rajinlah beristigfar bahwa manusia milik Allah SWT seraya berdoa a’uzu bikalimatillahi tammaati min syarri maa kholaq (aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan ciptaan-Nya. Corona juga ciptaan Allah, maka berserahlah kepada Sang Pencipta," paparnya.

Sementara menurut Ketua Panitia Vaksinasi Darul Hikam, Chairul Basyar, vaksinasi tahap kedua ini diikuti sekitar 1.077 orang. Sebagian besar merupakan peserta vaksinasi tahap pertama, sedangkan sebagian kecil limpahan dari program vaksinasi yang diselenggarakan di tempat lain. 

Dari jumlah tersebut, kata Chairul, sebanyak 32 persen merupakan pelajar usia 12 tahun ke atas. Mereka didominasi siswa Darul Hikam, sekolah sekitar, dan pelajar yang berdomisili di sekitar Darul Hikam Dago. Selebihnya, peserta dari lingkungan keluarga besar Darul Hikam, warga sekitar, dan masyarakat umum yang berasal dari berbagai kota/kabupaten. 

"Alhamdulillah, program vaksinasi Darul Hikam ini turut mengakselerasi program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang telah membuka pembelajaran tatap muka. Semoga program vaksinasi Darul Hikam ini semakin mempercepat kekebalan kelompok serta menguatkan imun dan iman masyarakat," kata Chairul yang juga Manager Program DPU Darul Hikam.

Koordinator Vaksinasi Pelaksanaan, Miski Aghniya, memastikan agar seluruh alur penyederhanaan vaksin berjalan dengan baik sesuai aturan Dinas Kesehatan. Mekanismenya mulai dari keterisian alur pendaftaran hingga terbitnya sertifikat. 

Untuk mencegah peserta vaksin yang tidak sesuai kriteria, kata dia, pihaknya memperketat skrining dengan mengecek aplikasi dan daftar undangan peserta. Begitu pula peserta vaksin yang khawatir dengan kondisi kesehatannya, timnya siap memberikan konseling kesehatan gratis. 

Sementara menurut Koordinator Tenaga Kesehatan Meta Maulida Damayanti yang juga Bendahara DKM Darul Hikam, pihaknya merekrut tenaga kesehatan sesuai kompetensi yang terdiri atas tenaga kesehatan pengukuran tekanan darah, skrining, dan vaksinator. Semua tim ini bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Unisba. 

"Kami pun membuat standardisasi tugas masing-masing sesuai alur yang telah ditetapkan panitia. Juga melakukan supervisi setiap pos dan observasi alur," katanya. 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...

Terkait


Vietnam Beli 20 Juta Dosis Vaksin Covid-19 dari Vero Cell

PPIU NSK-Kodim 0301 Gelar Vaksinasi Massal

UID-Gajah Tunggal Lanjutkan Sentra Vaksinasi di Karawang

Genjot 37 Juta Vaksinasi, Jabar Efektifkan Door to Door

Din: Jangan Sampai Data Warga Negara Bocor karena Vaksinasi

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image