Thursday, 18 Rajab 1444 / 09 February 2023

Mengapa Dinamakan Hari Tarwiyah? Ini Alasannya Menurut Ulama

Jumat 08 Jul 2022 21:11 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Nashih Nashrullah

Ilustrasi Tarwiyah. Hari Tarwiyah adalah hari kedelapan Dzulhijjah yang dimuliakan Allah SWT

Ilustrasi Tarwiyah. Hari Tarwiyah adalah hari kedelapan Dzulhijjah yang dimuliakan Allah SWT

Foto: AP/Amr Nabil
Hari Tarwiyah adalah hari kedelapan Dzulhijjah yang dimuliakan Allah SWT

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO– Hari Tarwiyah merupakan hari kedelapan atau tanggal delapan di bulan Dzulhijjah dalam penanggalan hijriyah. Momen ini berarti sehari sebelum wukuf di Arafah dan dua hari sebelum Hari Raya Idul Adha.  

Jika Arafah lebih umum diketahui umat Islam karena merupakan waktu dan tempat wukuf jamaah haji, hingga momen puasa Arafah, maka Tarwiyah tidak sedikit Muslim yang belum mengenal hari ini. Apa sebenarnya Hari Tarwiyah dan mengapa dinamakan hari Tarwiyah?  

Baca Juga

Lembaga Fatwa Mesir, Dar Al Ifta mengatakan hari Tarwiyah merupakan hari kedelapan dari bulan Islam, Dzulhijjah. Sedangkan alasan dinamakan demikian memiliki beberapa alasan. 

Berikut alasan-alasan tersebut yaitu pertama waktu Nabi Ibrahim alaihissalam diberi penglihatan dalam alam mimpi dan sedang mempertimbangkan tentang penyembelihan Ismail alaihissalam.  

Dilansir dari Elbalad, Jumat (8/7/2022), hari Tarwiyah dinamakan demikian karena merupakan waktu Nabi Ibrahim alaihissalam diberi penglihatan dalam alam mimpi dan mempertimbangkan perintah Allah untuk menyembelih anaknya Ismail alaihissalam. Dalam bahasa Arab, Tarwiyah bisa juga diambil dari kata Tarowwa yang berarti mempertimbangkan.  

Dijelaskan, pada hari kedelapan Dzulhijjah Nabi Ibrahim diberi penglihatan dalam mimpi tentang perintah Allah SWT tersebut. 

Kemudian dia memikirkan penglihatan itu dari pagi hingga malam, tentang apakah penglihatannya dalam mimpi tersebut benar dari Tuhan atau dari setan. 

Peristiwa ini diabadikan dalam surat As Saffat ayat 102 yaitu sebagai berikut ini: 

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar." 

Kedua, waktu jamaah haji membekali diri dengan air jelang pergi ke Arafah. Dar Iftaa juga mengatakan, dinamakan hari Tarwiyah juga karena pada hari ini para jamaah haji menghilangkan dahaganya (dalam bahasa Arab, Yarwuu) dengan meminum air. 

Ulama Al-Babarti berkata dalam “Al-inayah Syarh Al-Hidayah” menyebutkan: “Hari Tarwiyah disebut demikian karena orang-orang menghilangkan dahaga mereka dengan air pada hari ini. Mereka membawa air untuk sebelum bertolak ke Arafah.    

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA