Kamis 07 Jul 2022 19:40 WIB

Jangan Pernah Anggap Remeh Sholat Lima Waktu, Ini Alasannya

Sholat lima waktu mempunyai banyak keutamaan bagi Muslim.

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi sholat berjamaah. Sholat lima waktu mempunyai banyak keutamaan bagi Muslim
Foto: ANTARA/Didik Suhartono
Ilustrasi sholat berjamaah. Sholat lima waktu mempunyai banyak keutamaan bagi Muslim

REPUBLIKA.CO.ID, —Dalam Islam, sholat memiliki kedudukan istimewa, yang tidak dimiliki ibadah-ibadah yang lain. Sholat adalah tiang agama, dan agama bisa tegak karenanya. 

Dalam sebuah riwayat yang cukup panjang dari Muadz bin Jabal RA, Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut: 

Baca Juga

 رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ, وَعَمُوْدُهُ الصَّلاَةُ, وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ

“Islam adalah puncak segala sesuatu, dan sholat adalah tiangnya. Ujung tombaknya adalah jihad di jalan Allah.” (HR Tirmidzi no 2616 dan Ibnu Majah no 3973)  

Dalam Fiqih As-Sunnah karya Muhammad Sayyid Sabiq yang telah diterbitkan Republika, dijelaskan bahwa sholat merupakan ibadah pertama yang diwajibkan Allah SWT. S

Sholat juga merupakan ibadah pertama yang akan dihisab dari diri seorang manusia, dan sholat adalah wasiat terakhir Rasulullah SAW yang disampaikan kepada umatnya pada saat beliau akan meninggal dunia. 

Allah SWT sangat membenci orang-orang yang menganggap remeh sholat dan mengancam orang yang meninggalkannya.

Dan, karena sholat merupakan persoalan agung yang memerlukan hidayah khusus, maka Ibrahim alaihissalam memohon kepada Tuhan agar menjadikan dirinya dan keluarganya untuk senantiasa melaksanakan sholat.

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (QS Ibrahim ayat 40).

Siapa Sayyid Sabiq?

Muhammad Sayyid Sabiq merupakan dosen Universitas al-Azhar Kairo Mesir dan Ummul Qura Makkah. Dia adalah ulama kontemporer Mesir yang memiliki reputasi internasional di bidang fikih dan dakwah Islam. 

Sayyid Sabiq lahir di Istanha, Mesir pada 1915 M. Dia sudah hafal Alquran sejak usia 9 tahun. Peraih penghargaan King Faisal Prize dalam bidang kajian Islam ini menempuh pendidikannya di Universitas al-Azhar dan Universitas Ummul Qura Makkah. Dia wafat pada 2000 dan dimakamkan di tempat kelahirannya.  

Sepanjang hidupnya, Sayyid Sabiq telah banyak menerima penghargaan atas ketokohan dan keilmuannya. Di antaranya, dia mendapatkan Piagam Penghargaan Mesir yang dianugerahkan oleh Presiden Mesir, Mohammad Husni Mobarak, pada 5 Maret 1988.

Di tingkat regional, dia juga pernah mendapat penghargaan Jaaizah al-Malik Faisal al-Alamiah pada 1994 dari Kerajaan Arab Saudi atas usahanya menyebarkan dakwah Islam.    

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement