Sunday, 16 Muharram 1444 / 14 August 2022

Jelang G20, Australia Gelar Pertemuan Bilateral dengan Indonesia 

Kamis 07 Jul 2022 18:17 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Dwi Murdaningsih

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi (kanan) berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong (kiri) selama pertemuan bilateral mereka menjelang Pertemuan Menteri Luar Negeri G20 di Nusa Dua, Bali, Indonesia, 07 Juli 2022. Bali menjadi tuan rumah G20 Luar Negeri selama dua hari Pertemuan Menteri pada 07-08 Juli 2022. x

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi (kanan) berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong (kiri) selama pertemuan bilateral mereka menjelang Pertemuan Menteri Luar Negeri G20 di Nusa Dua, Bali, Indonesia, 07 Juli 2022. Bali menjadi tuan rumah G20 Luar Negeri selama dua hari Pertemuan Menteri pada 07-08 Juli 2022. x

Foto: EPA-EFE/MAST IRHAM
Kedua negara sepakat mencari solusi atas berbagai permasalahan ekonomi global.

REPUBLIKA.CO.ID, BALI --  Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menggelar pertemuan bilateral dengan Menlu Australia Penny Wong sebelum Pertemuan G20 di Bali. Dalam kesempatan itu, Australia menegaskan kembali dukungannya pada presidensi Indonesia di G20 di tengah situasi yang tidak mudah. 

Pada Kamis (7/7/2022) kedua menlu sepakat G20 harus terus bekerja agar tetap relevan dan mampu membantu mencari solusi atas berbagai permasalahan ekonomi global. 
 
Menlu RI dan Menlu Australia juga anggota  forum MIKTA yang akan melakukan pertemuan di Bali pada Kamis ini. Salah satu agenda pertemuan itu mencari solusi damai di Ukraina.
 
​Dalam pertemuan telah dibahas juga mengenai situasi terkini di Myanmar. Keduanya sepakat mengenai pentingnya dialog nasional yang inklusif dan pentingnya mengembalikan demokrasi.
 
Sebelumnya dilaporkan,  Wong berharap Pertemuan Menteri Luar Negeri G20 dapat  memastikan ketahanan pangan dan energi.
 
"Sebagai forum utama dalam kerja sama dan tata kelola ekonomi internasional, G20 memiliki peran penting dalam memastikan ketahanan pangan dan energi – yang keduanya terancam oleh invasi Rusia yang ilegal dan tidak beralasan terhadap Ukraina," kata Wong dalam siaran persnya, Rabu (6/7) lalu.
 
Ia menambahkan,  di saat yang genting untuk keamanan internasional, Australia bekerja sama dengan Indonesia dan mitra lainnya menuju pertemuan  yang sukses. Ia ingin forum ini yang juga mengirimkan pesan yang jelas ke Rusia.
 
Wong memuji Indonesia karena mengundang Ukraina berpartisipasi sebagai tamu. Ia mengumumkan juga akan berpartisipasi dalam pertemuan ke dua puluh satu Menteri Luar Negeri Meksiko, Indonesia, Republik Korea, Turki, dan Australia (MIKTA).
 
MIKTA bertujuan menjembatani hubungan antara negara berkembang dan negara maju dalam isu-isu global termasuk Ukraina, ketahanan pangan, dan pengelolaan migrasi.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA