Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

Disdik Hanya Tegur Guru Honorer yang Hina HRS, Bukan Berhentikan

Kamis 07 Jul 2022 07:38 WIB

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Erik Purnama Putra

Guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pondok Petir 3, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Eni Rohaeni S.Pd meminta maaf.

Guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pondok Petir 3, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Eni Rohaeni S.Pd meminta maaf.

Foto: Tangkapan layar
ER sempat meminta maaf karena sudah menuding HRS minta upeti ke Holywings.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok sudah memanggil guru honorer berinisial ER yang membuat status berisi tudingan fitnah kepada Habib Rizieq Shihab (HRS) sebagai pihak di balik penutupan Holywings. Tudingan itu dilakukannya melalui akun Twitter, @pd_eni ketika mengomentari status Denny Siregar.

Sekretaris Disdik Kota Depok Sutarno mengatakan, pemanggilan ER terkait dengan cicitannya yang dianggap tidak mendidik sebagai seorang pendidik. Disdik memanggil ER karena ada aduan dari masyarakat.

Baca: Guru SDN Pondok Petir Depok Minta Maaf Usia Fitnah Habib Rizieq

"Statusnya guru honorer, sudah kami panggil dan meminta klarifikasi ke pihak sekolah dan guru yang bersangkutan pada Senin. Hasilnya, kami berikan surat teguran keras dan untuk sementara tidak melakukan aktivitas dahulu," ujar Sutarno saat dihubungi di Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (6/7).

Menurut Sutarno, cicitan yang dibuat ER memang tidak pantas. Apalagi, sambung dia, ER merupakan guru mata pelajaran Bahasa Sunda senior yang memiliki cukup banyak jasa bagi SDN 03 Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok.

Baca: Yenny Wahid Beberkan Komunis dan LGBT Paling tak Disuka di Indonesia

Sutarno menerangkan, Disdik Kota Depok tidak memberhentikan ER, sebagaimana sempat diberitakan salah satu media. Pihaknya hanya memberi teguran dan masih memberi kesempatan guru perempuan tersebut untuk mengajar di kelas.

"Proses belajar mengajar belum berlangsung dan baru mulai (aktif lagi) pada 18 Juli 2022. Jadi, kami harap guru ER untuk intropeksi agar kejadian yang meresahkan masyarakat tidak terulang lagi," ucap Sutarno.

ER pun sempat meminta maaf karena sudah menuding HRS berada di balik penutupan Holywings. Namun, status yang dibuatnya sudah terlanjur viral hingga menimbulkan keresahan di masyarakat.

Tidak hanya itu, dalam tangkapan layar yang viral di medsos, guru ER juga pernah mengejek Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan, yang fotonya diedit memakai koteka. ER juga kedapatan menghina Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, meski kini sudah tidak aktif lagi di Twitter.

Baca: Agar Hemat, Warganet Usul ke KPU Pilpres 2024 Pakai Aplikasi MyKardus

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA