Rabu 06 Jul 2022 21:47 WIB

Ilmuwan Buat Baterai dari Bakteri, Bisa Awet Berminggu-mingu

Interaksi tiga bakteri digunakan untuk menciptakan daya pada baterai.

Rep: mgrol136/ Red: Dwi Murdaningsih
Ilustrasi baterai smartphone.
Foto: quallcomm
Ilustrasi baterai smartphone.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ilmuwan terus berupaya mencari cara untuk memasok daya di daerah terpencil. Salah satu yang dicoba adalah menggunakan baterai.

Profesor Seokheun "Sean" Choi telah bekerja di biobatteries, yang menghasilkan listrik melalui interaksi bakteri, selama bertahun-tahun. Dia Choi mengajar di Departemen Teknik Elektro dan Komputer di Thomas J. Watson College of Engineering and Applied Science di Binghamton University. Selama melakukan penelitian, satu masalah yang dia hadapi adalah bahwa baterai hanya memiliki umur simpan yang pendek.

Baca Juga

Dalam sebuah karya baru-baru ini yang diterbitkan dalam Journal of Power Sources, Choi dan rekan-rekannya menciptakan biobattery "plug-and-play". Baterai ini dapat ditumpuk untuk meningkatkan tegangan dan arus keluaran dan bertahan selama berminggu-minggu.

Profesor Choi sebelumnya membuat batrerai dari interaksi dua bakteri. Dalam versi terbaru baterai yang dibuatnya, dia menggunakan tiga bakteri dalam ruang vertikal terpisah.

"Makanan organik yang dihasilkan oleh bakteri fotosintetik berfungsi sebagai sumber nutrisi bagi bakteri di bawahnya. Bakteri penghasil listrik terletak di bagian bawah, sedangkan bakteri tengah akan menghasilkan senyawa untuk memudahkan transmisi elektron," ucap dia, dilansir dari Live Science.

 

Bio Batteries baru berukuran 3 sentimeter kali 3 sentimeter persegi. Ukuran ini sebanding dengan blok Lego karena dapat dirakit dan diatur ulang dalam banyak cara tergantung pada keluaran listrik yang dibutuhkan sensor atau gadget.

 

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement