Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Asosiasi Petani Argentina Khawatir Dengan Menteri Ekonomi yang Baru

Rabu 06 Jul 2022 00:15 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani

Pemimpin sektor pertanian Argentina cemas dengan ditunjuknya Silvina Batakis sebagai menteri ekonomi yang bisa menaikkan tarif ekspor pertanian seperti jagung dan gandum

Pemimpin sektor pertanian Argentina cemas dengan ditunjuknya Silvina Batakis sebagai menteri ekonomi yang bisa menaikkan tarif ekspor pertanian seperti jagung dan gandum

Foto: Humas Kementan.
Petani Argentina cemas menteri ekonomi menaikan pajak ekspor

REPUBLIKA.CO.ID, BUENOS AIRES -- Pemimpin sektor pertanian Argentina mengatakan cemas dengan ditunjuknya Silvina Batakis sebagai menteri ekonomi. Ia dikenal dekat dengan Wakil Presiden Cristina Fernandez de Kirchner yang menaikan tarif ekspor barang pertanian saat menjabat sebagai presiden dari 2007 sampai 2015.

Mantan Menteri Ekonomi Martin Guzman mengumumkan pengunduran dirinya pada Sabtu (2/7/2022) lalu. Hal ini memperkeruh prospek ekonomi di tengah inflasi tinggi dan banyaknya utang pemerintah.  

Presiden Alberto Fernandez dari moderat-kiri menunjuk Batakis menggantikan Guzman. Menteri baru ini dikenal dekat dengan Fernandez de Kirchner dan advokasinya pada pengeluaran pemerintah yang lebih besar dan kebijakan intervensionis lainnya.

Batakis dilantik pada Senin (4/7/2022) dan langsung bergerak untuk menenangkan pasar. "Saya percaya pada keseimbangan fiskal dan saya pikir kami telah bergerak ke arah itu," katanya.

Selama menjabat sebagai presiden, Fernandez de Kirchner menaikan pajak ekspor barang pertanian dan langkah-langkah lain untuk mengamankan pasokan dalam negeri. Argentina merupakan ekspor kedelai, jagung dan gandum dunia.

Pajak ekspor jagung dan gandum sekitar 12 persen tapi pemerintah membuka kemungkinan untuk menaikannya lagi. Setelah pajak ekspor minyak kedelai dan bungkil naik 31 menjadi 33 persen pada awal tahun ini.

Sebelumnya Batakis menjabat sebagai menteri ekonomi provinsi Buenos Aires dari tahun 2011 sampai 2015.

"Kami tertarik dalam mengetahui rencana dan agenda untuk menyelesaikan masalah-masalah petani, harapannya besok menteri yang baru memberitahu kami," kata ketua asosiasi petani SRA Nicolas Pino.

Pejabat kelompok tani lainnya CRA bereaksi lebih keras lagi. "Semua orang naik ke perahu penyelamat, perempuan dan anak-anak dulu!" tulis Wakil Presiden CRA Gabriel de Raedemaeker di Twitter tentang menyusutnya perekonomian.

Argentina memantau pelemahan peso di pasar gelap pada Senin sekitar 267 per dolar. Dua kali lipat dibandingkan harga resmi. Sementara ekuitas dan obligasi yang sudah tertekan kehilangan lebih banyak kekuatan.

"Kami berharap tidak banyak lagi intervensi yang menyakiti ekspor," kata kamar dagang barang pertanian biji-bijian CIARA-CEC Gustavo Idigoras.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA