Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Risiko Alzheimer Bisa Diprediksi dari Cara Memegang Pulpen

Selasa 05 Jul 2022 00:40 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda

Menulis di atas kertas (Ilustrasi). Tes pena dan kertas sering digunakan oleh dokter umum untuk mendiagnosis Alzhehemier.

Menulis di atas kertas (Ilustrasi). Tes pena dan kertas sering digunakan oleh dokter umum untuk mendiagnosis Alzhehemier.

Foto: EPA/MANUEL BRUQUE
Alzheimer yang merupakan bentuk paling umum dari demensia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah penelitian menemukan bahwa cara orang memegang pulpen dapat menunjukkan risikonya terhadap Alzheimer. Gangguan ini adalah pembunuh terbesar di Inggris.

Alzheimer yang merupakan bentuk paling umum dari demensia menyebabkan seseorang perlahan-lahan kehilangan ingatan dan kemampuan untuk melakukan tugas sehari-hari. Kondisi ini berkembang selama bertahun-tahun dan karena itu bisa sulit dikenali.

Baca Juga

Ada beberapa isyarat awal dalam perilaku seseorang yang dapat menandakan diagnosis yang potensial, mulai dari dari kesulitan parkir hingga perubahan selera humor. Bendera merah yang baru diidentifikasi adalah tulisan tangan yang sedikit goyah.

Tes pena dan kertas sering digunakan oleh dokter umum untuk mendiagnosis Alzhehemier. Dokter mengharuskan seseorang untuk menggambar bentuk, seperti bintang atau tampilan jam, dengan mengingat bentuknya.

Kemungkinan menderita demensia semakin besar jika mereka sangat kesulitan melakukannya. Para peneliti dari University of Tsukuba, Jepang, kini telah menemukan tanda-tanda lain dalam tes pena dan kertas yang bisa muncul lebih awal.

Mereka merekrut 144 orang dengan berbagai tingkat kemampuan kognitif, termasuk beberapa dengan demensia dan beberapa yang benar-benar sehat. Setiap peserta menjalani lima tes menggambar berbeda yang mengukur 22 fitur menggambar.

Peneliti mencermati tekanan pena, postur pena, kecepatan, dan seberapa sering orang tersebut berhenti menggambar. Para peneliti kemudian membandingkan fitur-fitur ini dan menggunakan program berbasis komputer untuk melihat seberapa baik ciri-ciri gambar dapat digunakan untuk mengidentifikasi orang dengan atau tanpa kognisi normal.

Beberapa pasien mengalami gangguan kognitif ringan (MCI), yaitu ketika mereka mengalami kehilangan ingatan yang sedikit lebih buruk daripada penuaan, tapi tidak separah demensia. Mereka masih bisa melakukan aktivitas sehari-hari.

Para peneliti dapat melihat orang-orang dengan MCI atau Azlheimer berdasarkan gaya gambar yang dihasilkannya. Mereka memiliki variabilitas yang lebih besar pada tekanan pena, yang berarti beberapa garis halus dan kuat, sementara yang lain lemah dan goyah.

Mereka berhenti lebih lama dan kecepatan mereka lebih lambat. Keakuratan dari lima tes bersama-sama untuk mendeteksi orang yang menderita Alzheimer adalah 75,2 persen secara keseluruhan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA