Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Bima Arya Berangkat Haji, Dedie Rachim Jadi Plh Wali Kota Bogor

Selasa 05 Jul 2022 00:10 WIB

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Christiyaningsih

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto bersama istrinya pergi menunaikan ibadah haji pada tahun ini. Ilustrasi.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto bersama istrinya pergi menunaikan ibadah haji pada tahun ini. Ilustrasi.

Foto: Republika/Shabrina Zakaria
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto bersama istrinya pergi menunaikan ibadah haji

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto bersama istrinya pergi menunaikan ibadah haji pada tahun ini. Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim akan menggantikan peran Bima Arya untuk sementara waktu menjadi Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bogor.

“Saya mempercayakan tugas dan kewenangan Wali Kota Bogor kepada Pak Wakil. Suratnya sudah diterima bagian terkait, jadi statusnya Plh. Wali Kota Bogor bisa memutuskan apa saja kecuali rotasi. Jadi latihan selama 14 hari ya pak,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Republika, Senin (4/7/2022).

Baca Juga

Hal lain yang disampaikan Bima Arya ialah terkait salah satu isi tausiyah yang disampaikan KH. Mustofa Abdullah bin Nuh tentang kesempatan kedua ibadah haji yang didapat merupakan berkah dari syahidnya anak muda yang wafat jauh di negeri orang. Pada saat pemakamannya, ribuan orang tanpa diundang menyambut dan mendoakan jenazah almarhum Emmeril Kahn Mumtadz, putra dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Apa yang disampaikan KH Mustofa Abdullah bin Nuh, saya kira itu betul. Ke BNNbaikan almarhum ketika hidup sungguh luar biasa. Ini adalah the power of sincerity, kekuatan dari ketulusan dan keikhlasan, dan kami kecipratan,” kata Bima Arya.

“Ya saya diajak Pak Gubernur sebetulnya karena Pak Gubernur mendapatkan undangan juga dari Pemerintah Kerajaan Arab, jadi sudah berproses,” lanjutnya.

KH. Mustofa Abdullah bin Nuh dalam dalam tausyiahnya, menyampaikan sejarah Ka'bah, Makkah, dan ibadah haji sejak zaman Nabi Ibrahim bersama Nabi Ismail yang sempat dikotori pada masa jahiliyah, hingga kemudian proses ibadah haji dibersihkan kembali dan disempurnakan oleh Nabi Muhammad SAW. 

“Mari kita yakini, nafkah yang kita keluarkan untuk berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Insya Allah, Allah SWT akan melipatgandakannya,” katanya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA