Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Usai Pimpin Bali, Mantan Gubernur Dewa Beratha Pernah Tolak Jabat Dubes India

Sabtu 25 Feb 2012 15:57 WIB

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Mantan Gubernur Bali, Dewa Beratha

Mantan Gubernur Bali, Dewa Beratha

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR - Mantan Gubernur Bali Dewa Beratha pernah menolak jabatan sebagai Duta Besar Indoesia untuk India yang diberikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Kepala negara ingin mengangkat saya menjadi Dubes begitu tidak lagi menjabat Gubernur Bali pada Agustus 2003," kata Dewa Beratha saat menerima kunjungan silaturahmi pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Bali di Denpasar, Sabtu (25/2).

Menurut pria berusia 71 tahun itu, penolakan tersebut didasarkan atas keinginan hati nuraninya karena tidak lagi ingin mengemban tugas berat kenegaraan setelah 10 tahun memimpin Bali pada 1988-2003 dan 2003-2008. "Saat ini, semua waktu saya untuk mengurus cucu dan jalan-jalan di sekitar rumah," katanya kepada anggota PWI yang bersilaturahmi dalam rangkaian Hari Pers Nasional dan HUT Ke-66 PWI Bali itu.

Dewa Beratha yang memulai kariernya sebagai pegawai negeri sipil (PNS) dan dalam usia 27 tahun pernah diangkat menejabat Bupati Bangli. Pria yang terlihat sehat itu mengaku, aktivitas kesehariannya lebih banyak jalan-jalan untuk mengunjungi tempat-tempat suci, namun frekuensinya tidak sebanyak saat menjabat gubernur.

Anggota Dewan Kehormatan PWI Bali itu sangat peduli terhadap tugas-tugas wartawan, termasuk saat menjabat Kepala Biro Pembangunan Pemprov Bali dengan mengalokasikan dana untuk pembangunan gedung PWI di kawasan Niti Praja, Lumintang, Denpasar.

Ketua PWI Bali, Bagus Ngurah Rai, didampingi Wakil Ketua Prof Dr I Wayan Windia, Ketua Dewan Kehormatan PWI Bali Djesna Winada, dan Panitia Hari Pers Nasional (HPN) Luh Yuni Sukreni menyampaikan penghargaan atas jasa dan peran serta Dewa Beratha dalam membantu dan memajukan organisasi wartawan.

Kunjungan silaturahmi dalam gaya santai itu, Dewa Beratha mengenang masa lalu bersama wartawan. Acara itu diakhiri dengan penyerahan bingkisan berupa buku putih PWI Bali karya Ny Riyasse, wartawati pertama kelahiran Bali, dan bunga anggrek yang ditanam di kebun PWI Bali.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA