Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

Menko PMK Muhadjir Minta Kampus Ikut Tangani Wabah PMK

Ahad 03 Jul 2022 20:58 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Andi Nur Aminah

Menko PMK Muhadjir Effendy

Menko PMK Muhadjir Effendy

Foto: ANTARA/Aprillio Akbar
Program pengabdian bisa dialokasikan untuk membantu penanganan wabah PMK.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta peran aktif kampus dalam menanggulangi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di daerah-daerah yang terjangkit. "Saya imbau terutama untuk perguruan tinggi yang punya fakultas kedokteran hewan dan peternakan untuk segera mengerahkan dosen mahasiswanya untuk membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah PMK ini," katanya pada Ahad (3/7/2022).

Muhadjir menambahkan dirinya telah meminta langsung kepada Kemendikburistek agar program pengabdian bisa dialokasikan untuk membantu masyarakat khususnya dalam  penanganan wabah PMK. "Saya sudah meminta kepada Dirjen Ristekdikti Prof. Nizam untuk mengalokasikan anggaran kampus merdeka untuk mereka yang akan melakukan pengabdian masyarakat langsung untuk disupport dari dana yang tersedia yaitu kampus merdeka," kata dia.

Baca Juga

Dalam kunjungannya di Desa Guluk-guluk, Menko PMK menemukan sapi ternak milik warga terjangkit PMK. Untungnya, sapi tersebut dapat ditangani dengan baik oleh pihak terkait oleh Dinas Peternakan dari Kabupaten Sumenep dan langsung diisolasi dan diobati dengan pengobatan herbal.

Menurutnya dengan mencegah penyakit PMK maka akan mencegah kemiskinan baru di tengah masyarakat. Karenanya, pemerintah terus berupaya untuk meminimaisir kematian hewan ternak akibat wabah PMK.

"Seperti kita ketahui di sini kan termasuk peternak kecil. Hanya dua sampai tiga sapi. Kalau mati setengah kiamat itu. Kalau sapi jantan yang diharapkan bisa dijual menjelang Idul Adha. Angannya untung besar bisa Rp 30 juta per ekor, tapi ternyata mati. Nah, ini akan mendorong terjadinya angka kemiskinan terutama peternak kecil," ujar dia.

Ia mengapresiasi kesigapan seluruh pihak terkait dalam menangani penyakit PMK di Kabupaten Sumenep, khususnya di Desa Guluk-guluk yang dengan sigap seluruh aparatur desa bersama dinas peternakan dan pihak terkait melakukan isolasi dan pengobatan pada hewan ternak. 

"Ini saya rasa cara yang bagus. Dengan sigap ada sapi yang langsung diisolasi karena sudah terpapar PMK dan kelihatannya sudah sehat. Vaksin juga sudah dilakukan di sini. Mudah-mudahan bisa tertangani semua," kata dia. 

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA