Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Guru SDN di Depok Minta Maaf Usai Tuding HRS Minta Upeti Penutupan Holywings

Ahad 03 Jul 2022 07:30 WIB

Red: Erik Purnama Putra

Guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pondok Petir 3, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Eni Rohaeni S.Pd meminta maaf.

Guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pondok Petir 3, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Eni Rohaeni S.Pd meminta maaf.

Foto: Tangkapan layar
Saya ingin meminta maaf kepada Bapak Ustadz Habib Rizieq dan pengikutnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pondok Petir 3, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Eni Rohaeni S.Pd mengaku, menyesali perbuatannya. Eni pun meminta maaf atas cicitannya yang menuding Habib Rizieq Shihab (HRS) telah menerima uang sebagai kompensasi penutupan Holywings di Jakarta.

"Saya ingin meminta maaf kepada Bapak Ustadz Habib Rizieq dan pengikutnya atas cuitan saya di Twitter yang tidak pantas ini murni kesalahan saya," kata Eni dalam video yang dibuatnya sembari menelungkupkan kedua tangannya dikutip Republika di Jakarta, Ahad (3/7/2022).

Baca: Felix Siauw Sindir Orang yang tak Tersinggung Nama Nabi Dipakai Promosi Holywings

Awal masalah itu terjadi ketika Eni melalui akun Twitter, @pd_eni membuat status yang dianggap warganet memfitnah HRS. Eni menyebut, pendiri Front Pembela Islam tersebut menjadi pihak di balik penutupan kasus Holywings di Jakarta.

Cicitan Eni mengomentari status yang dibuat Denny Siregar, yang mengunggah tangkapan layar berita Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan menutup 12 outlet Holywings di Jakarta, yang mendapat dukungan berbagai elemen masyarakat termasuk FPI.

Eni menuding HRS meminta Holywings ditutup karena sudah tidak menerima setoran uang dari manajemen. "Soalnya Si Rizik sudah kagak terima upeti lagi dari diskotek itu," kata Eni yang membuat cicitan pada 28 Juni 2022 pukul 11.57 WIB. Status tersebut masih ada ketika berita ini dibuat.

Baca: GPK Jateng dan Ormas Islam Segel Holywings Semarang

Setelah tangkapan layar itu viral dan banyak dikomentari, Eni pun muncul dengan video permintaan maaf. Ribuan warganet sempat menggeruduk akunnya. Dia menegaskan, sangat menyesali perbuatannya. Eni mengajukan permintaan maafnya bisa diterima HRS maupun pendukungnya.

"Sekali lagi saya mohon maaf dan saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Saya mohon maaf dan bukakan pintu maaf," kata Eni mengiba sembari memakai masker.

Dalam berbagai cicitannya, Eni sangat aktif menyerang berbagai tokoh yang dianggap tidak sepandangan dengannya. Selain Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Eni juga kerap mengejek Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan.

Salah satunya, ketika ia mengomentari foto editan yang diunggah politikus PDIP Ruhut Sitompul dengan wajah Anies memakai koteka. "Sesungguhnya semua akan kembali pada karmanya," kata Eni.

Baca: ITS Sanksi Rektor ITK Terkait Tulisan Penutup Kepala Manusia Gurun

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA