Sabtu 02 Jul 2022 19:07 WIB

565 Ternak di Lombok Tengah Telah Divaksinasi

Vaksinasi penyakit mulut dan kuku di Lombok Tengah baru menyasar satu desa.

Ilustrasi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat sebanyak 565 ternak sapi maupun kerbau dan kambing telah disuntik vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK).
Foto: ANTARA/Muhammad Arif Pribadi
Ilustrasi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat sebanyak 565 ternak sapi maupun kerbau dan kambing telah disuntik vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK).

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK TENGAH -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat sebanyak 565 ternak sapi maupun kerbau dan kambing telah disuntik vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK). Vaksinasi PMK tersebut baru menyasar satu desa karena vaksin perdana yang diberikan itu untuk 600 ekor.

"Itu capaian vaksinasi sesuai vaksin tahap pertama yang diterima," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Taufikurahman di Praya, Sabtu (2/7/2022).

Baca Juga

Adanya penambahan dosis vaksin yang berbeda untuk kerbau, yakni sesuai kondisi berat badan ternak, sehingga total vaksinasi ternak itu 565 ekor dari 600 ekor. Sementara itu, vaksinasi ternak lainnya masih menunggu distribusi vaksin dari Dinas Peternakan NTB.

"Kami telah ajukan permintaan vaksinasi, jadi kita tunggu distribusi, baru kami akan lanjutkan kegiatan vaksinasi," katanya.

Vaksin PMK tersebut diharapkan dapat meningkatkan kekebalan tubuh ternak supaya tidak terkena wabah PMK. Vaksin ini disuntikkan kepada ternak yang sehat, dan bukan ternak yang sakit.

"Sebelum dilakukan vaksin, kesehatan ternak tetap melalui pemeriksaan oleh petugas," katanya.

Sebelumnya, Pemkab Lombok Tengah bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB dan Kementerian Pertanian RI meluncurkan Program Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) perdana guna menekan penyebaran virus PMK pada ternak sapi, kerbau dan kambing. "Vaksinasi PMK perdana ini dilaksanakan di 8 dusun di Desa Bilelando, Kecamatan Praya Timur," kata Lalu Taufikurahman.

Dosis yang dialokasi pada program vaksinasi PMK perdana ini sejumlah 600 dosis atau untuk 600 ekor sapi dan atau kerbau dengan dosis 2 mililiter per ekor dari rencana 1.400 dosis hingga akhir tahap pertama 5 Juli 2022. Dengan adanya vaksinasi ini diharapkan dapat menghentikan penyebaran virus PMK di seluruh wilayah Kabupaten Lombok Tengah.

"Vaksinasi perdana ini akan ditindak lanjut dengan vaksinasi kedua 30 hari pasca vaksinasi pertama dan booster 6 bulan kemudian vaksinasi terakhir," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement