Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

Dua Dosen IPB University Pulang Kampung, Ajarkan Warga Budidaya Kepiting Bakau

Jumat 01 Jul 2022 22:36 WIB

Red: Irwan Kelana

Dospulkam  IPB University  memberikan pelatihan aplikasi herbal dan RAS (recirculated aquaculture system) pada budidaya kepiting bakau di Tanjung Pinang, pertengahan Juni 2022.

Dospulkam IPB University memberikan pelatihan aplikasi herbal dan RAS (recirculated aquaculture system) pada budidaya kepiting bakau di Tanjung Pinang, pertengahan Juni 2022.

Foto: Dok IPB University
Pelatihan  bertujuan membantu memecahkan masalah budidaya kepiting bakau.

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNG PINANG -- Dosen IPB University, Dr Dinamella Wahjuningrum dan Dr Irzal Effendi dari Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), pulang kampung ke Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri).  Selama kegiatan pulang kampung, 14-16 Juni 2022,  keduanya memberikan pelatihan aplikasi herbal dan RAS (recirculated aquaculture system) pada budidaya kepiting bakau untuk warga setempat.

Pelatihan ini diberikan kepada masyarakat, khususnya kepada Pokdakan (Kelompok Pembudidaya Ikan) Bahari Sakti di Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri).  Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 20 orang peserta. Mereka berasal dari Pokdakan Bahari Sakti, Penyuluh Lapangan Perikanan dan mahasiswa Jurusan/Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan-Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).

Dr Dinamella yang merupakan putri daerah Kota Tanjungpinang mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membantu memecahkan masalah yang ada pada budidaya kepiting bakau. Khususnya pada tahap pembenihan.  Menurutnya, penyediaan benih kepiting bakau melalui pembenihan dihadapkan pada permasalahan kematian post-larva megalopa dan penyakit pada induk.

Dalam kesempatan ini, Dr Dinamella memberikan materi yang mencakup sistem produksi usaha budidaya kepiting bakau, perbaikan kualitas air melalui pengembangan RAS, dan aplikasi obat-obatan herbal (fitobiotik).  “Aplikasi herbal ini selain dalam rangka keamanan pangan berbasis bahan baku lokal, juga bertujuan untuk memberi branding organik kepada produk kepiting bakau, sehingga bisa lebih diminati konsumen,” ungkapnya.

Menurutnya pengembangan sumberdaya manusia (SDM) pembudidaya kepiting bakau ini tidak berhenti sampai pelatihan saja.  “Setelah pelatihan akan dilanjutkan dengan percontohan aplikasi dan RAS serta pendampingan,” ungkapnya.

Sementara itu Dr Irzal menambahkan bahwa permasalahan kematian larva yang tinggi adalah umum dihadapi dalam pembenihan. Ini terjadi pada hampir semua komoditas akuakultur, tidak terkecuali kepiting bakau.  “Untuk itu kami mencoba mengembangkan RAS dan pendekatan pakan dalam pemeliharaan larva produk eksotik ini,” pungkas Irzal.

Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepulauan Riau (Kepri), Dr Arif Fadillah menyatakan dukungannya.  “Kami sangat mendukung program ini, bahkan kalau bisa lebih banyak lagi dosen yang memiliki keilmuan kelautan dan perikanan yang berasal dari Kepri melakukan kegiatan ini. Mengingat provinsi ini sebagian besar kawasannya berupa laut dan pulau-pulau kecil,” kata Arif Fadilah.

Hal yang sama juga disampaikan Zulhidayat selaku kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Tanjungpinang sekaligus sekretaris jenderal Himpunan Alumni (HA) IPB University Provinsi Kepri.  “Kami sangat mendukung kegiatan ini, karena  bisa meningkatkan kegiatan produktivitas, pendapatan dan perekonomian masyarakat. Kalau bisa, program ini bersinergi dengan program HA di Provinsi Kepri antara lain One Village One CEO,” ungkap Zulhidayat.

Ketua Pokdakan Bahari Sakti, Said Afzsaldy berharap pelatihan ini bisa meningkatkan kemampuan anggota dalam memecahkan masalah pada pembenihan kepiting bakau.

“Kami mendapat tantangan dari PT Era Mas Internasional untuk menyuplai benih. Permasalahan utama dalam pembenihan kepiting bakau adalah kematian yang tinggi pada stadia megalopa. Dan kami berharap dengan adanya pelatihan yang dilanjutkan dengan percontohan serta pendampingan ini, bisa menyelesaikan masalah tersebut,” tuturnya.

Pelatihan ini juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Tanjungpinang, Yoni Fadri serta PT Era Mas Internasional yakni perusahaan budidaya kepiting bakau dengan menggunakan sistem apartemen di Kota Tanjungpinang. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA