Saturday, 12 Rabiul Awwal 1444 / 08 October 2022

Mengapa Doa Orang Tua untuk Anak-anaknya Sangat Keramat?

Jumat 01 Jul 2022 18:36 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah

Ilustrasi doa orang tua untuk anak. Doa orang tua untuk anak-anaknya diterima Allah SWT

Ilustrasi doa orang tua untuk anak. Doa orang tua untuk anak-anaknya diterima Allah SWT

Foto: REPUBLIKA
Doa orang tua untuk anak-anaknya diterima Allah SWT

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Doa kedua orang tua sangat mustajab. Bahkan diriwayatkan dalam sebuah hadits bahwa bobot doa kedua orang tua seperti doa Nabi Muhammad SAW kepada umatnya.

Pengasuh Majelis Ahbaabul Musthofa, Habib Hasan bin Ismail Al Muhdhor, menjelaskan, dalam Alquran banyak ditemukan ayat-ayat yang mengisahkan tentang para nabi dan rasul yang mendoakan anak-anaknya. 

Baca Juga

Hal ini menunjukan bahwa baik ayah atau ibu sama-sama doanya mustajab bagi anaknya. Menurut Habib Hasan kedudukan doa ayah dan ibu sangat istimewa bahkan lebih utama dibandingkan doanya para wali.  

"Doa orang tua, bapak dan ibu seperti doa nabi kepada umatnya. Artinya kedudukannya sangat istimewa. Ada yang lebih afdhal dari doa nabi? Tidak ada. Doa wali sehebat apapun (tetap) di bawah doanya nabi. Nah, ini doanya orang tua diposisikan seperti doanya nabi. Berarti lebih tinggi dari doanya wali," kata Habib Hasan dalam program tanya jawab yang disiarkan langsung oleh kanal resmi YouTube Al Wafa Tarim yang diasuh oleh Habib Hasan Al Muhdhor beberapa hari lalu. 

Maka dari itu Habib Hasan mengajak agar setiap anak untuk mengambil berkah dan meminta doa dari kedua orang tuanya. Lalu bagaimana bila orang tua tersebut tidak saleh, apakah doanya tetap mustajab bagi anaknya? 

Habib Hasan mengatakan doanya orang tua yang saleh dan doa orang tua yang tidak saleh pasti terdapat perbedaan. 

Bagi orang tua yang saleh ada dua hal yang membuat doanya menjadi lebih qabul atau mustajab. Yakni karena kedudukannya sebagai ibu atau ayah dan karena kesalehannya. Maka dari itu Habib Hasan berpesan agar menjadi ayah atau ibu yang saleh dan salehah agar doanya lebih dikabulkan Allah SWT. 

Sementara itu Habib Hasan mengatakan seorang anak harus tetap berbakti dan berlaku baik kepada orang tua kendatipun orang tuanya itu fasik atau bahkan kafir sekali pun. Maka selagi orang tua tidak memerintahkan atau kepada maksiat terhadap Allah SWT, seorang anak wajib mematuhi, menghormati, dan berbakti.  

Jika doa orang tua kepda anaknya seperti doanya nabi pada umatnya apakah termasuk juga doanya orang tua kafir kepada anaknya? Lalu apakah doa orang tua yang kafir untuk anaknya diterima Allah SWT?  

Habib Hasan mengatakan yang dimaksud orang tua dalam hadits yang menjelaskan tentang doanya orang tua seperti doa Nabi Muhammad SAW kepada umatnya adalah hanya doa orang tua mukmin maka tidak bisa disamakan doanya orang tua kafir kepada anaknya dengan doanya orang tua mukmin dan dengan doa nabi pada umatnya.  

Sementara berkaitan dengan diterima atau tidaknya doa orang tua yang kafir untuk anaknya, menurut Habib Hasan hal tersebut merupakan urusan atau hak Allah SWT sebab makhluk tidak mengetahuinya. "Kita tidak bisa bicara karena dia kafir doanya tidak diterima. Doa itu hak Allah SWT," katanya.  

Namun demikian menurut Habib Hasan terdapat sejumlah riwayat yang menerangkan tentang doanya orang-orang kafir yang terzalimi diterima Allah SWT. Maka menurut Habib Hasan ini menunjukan bahwa doanya orang kafir pun diterima Allah SWT. 

Oleh karena itu Habib Hasan mengingatkan pada orang tua agar berhati-hati dengan lisannya. Jangan sampai mendoakan keburukan kepada anak. 

Habib Hasan mengatakan orang tua masa lalu ketika marah terhadap anaknya akan melemparkan kata berupa doa dengan kalimat "Allahu yahdik" yang artinya semoga Allah SWT memberikan hidayah padamu. Menurut Habib Hasan ini lebih baik diucapkan oleh orang tua kepada anak.    

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA