BMKG Beri Penjelasan Cuaca Dingin di Bandung Capai 16,9 Derajat Celcius

Red: Agus Yulianto

Awan mendung menyelimuti KBU (Kawasan Bandung Utara), di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (4/1). Menurut Badan Meteorologi Klimatolpgi dan Geofisika (BMKG), kelembaban udara yang masih cukup tinggi berpotensi membentuk awan konvektif yang menyebabkan hujan dan kondisi suhu udara di Bandung Raya lebih dingin dari biasanya.
Awan mendung menyelimuti KBU (Kawasan Bandung Utara), di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (4/1). Menurut Badan Meteorologi Klimatolpgi dan Geofisika (BMKG), kelembaban udara yang masih cukup tinggi berpotensi membentuk awan konvektif yang menyebabkan hujan dan kondisi suhu udara di Bandung Raya lebih dingin dari biasanya. | Foto: Edi Yusuf/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung memberikan penjelasan terkait kondisi cuaca dingin yang terjadi beberapa hari terakhir di Kota Bandung. Pada Kamis (30/6/2022) kemarin cuaca dingim berada di angka 17,6 derajat Celcius sedangkan pada Jumat (1/7/2022) mencapai 16,9 derajat Celcius.

Di wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat suhu minimun pada (30/6/2022) kemarin 14,8 derajat Celcius dan hari ini 14,6 derajat Celcius. Sedangkan pada saat hujan masih aktif cuaca wilayah Bandung mencapai 20-21 derajat Celcius sedangkan Lembang pada 17-18 derajat Celcius.

Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan, cuaca saat subuh menjelang pagi terasa lebih dingin di Bandung disebabkan saat ini wilayah Bandung Raya sudah memasuki musim kemarau. Sehingga kondisi atmosfer secara umum cerah hingga cerah berawan.

Dia mengatakan, banyak sinar matahari mencapai permukaan bumi sehingga pada siang hari terasa panas. Sedangkan malam hari kondisi langit cerah hingga cerah berawan menyebabkan panas yang pada siang hari terserap oleh permukaan bumi lepas kembali ke atmosfer dalam bentuk gelombang panjang.

"Sehingga pada permukaan bumi terasa lebih dingin. Hal ini yang menyebabkan pada pagi hari terasa lebih dingin," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (1/7/2022).

Dia menambahkan, penyebab lain kondisi cuaca lebih dingin karena aktifnya monsoon Australia. Monsoon yang berasal dari Australia membawa massa udara dingin dan kering sehingga kondisi di pagi hari ikut terpengaruh oleh monsoon Australia.

"Pada bulan Juni hingga Agustus adalah musim dingin di Benua Australia," katanya. 

Dia mengimbau, masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana angin kencang, kekeringan dan kekurangan air bersih pada saat kemarau. "Tidak lupa untuk selalu menjaga kesehatan tubuh karena perbedaan suhu pada siang dan pagi sangat tinggi. Masyarakat juga diharapkan selalu memantau keadaan cuaca terkini," katanya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Kota Bandung Jadi Kota dengan Kasus PMK Tertinggi di Jabar

Alhamdulillah, Kota Bandung Juara MTQ Jabar 9 Kali Berturut-turut

Yana: Alhamdulillah! Kota Bandung Juara MTQ Jabar 9 Kali Berturut-turut

BMKG Balikpapan Deteksi 14 Titik Panas

Lima Rumah Terbakar di Pasir Koja, Penyebab Belum Diketahui

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image